JAKARTA, SMARTMAKASSAR.COM —
Memasuki usia ke-31 tahun, Telkomsel menegaskan kembali strategi bisnis berbasis pengalaman pelanggan (customer experience) di tengah percepatan transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia.
Momentum ulang tahun perusahaan tahun ini menjadi penegasan arah transformasi Telkomsel yang tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat lebih personal, inklusif, dan relevan bagi kebutuhan masyarakat.
Direktur Utama , , mengatakan pendekatan layanan berbasis empati menjadi faktor penting dalam menjaga relevansi layanan di era digital yang semakin kompleks.
“Di era transformasi digital dan Artificial Intelligence (AI), pendekatan yang berpusat pada pelanggan dengan empati menjadi kunci, sehingga setiap solusi mampu menghadirkan kemudahan, rasa aman, dan dukungan dalam keseharian pelanggan,” ujar Nugroho dalam keterangan resmi, Senin (26/5).
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas masyarakat yang kini tidak lagi sekadar mengandalkan akses internet, tetapi juga kualitas pengalaman digital yang cepat, responsif, dan personal.
Selama tiga dekade terakhir, Telkomsel mencatat transformasi layanan dari era komunikasi dasar melalui kartuHalo dan simPATI hingga pengembangan jaringan broadband, 4G/LTE, dan Hyper 5G. Perusahaan juga memperkuat ekosistem digital melalui integrasi layanan fixed broadband serta pengembangan aplikasi MyTelkomsel.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemanfaatan AI menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Teknologi tersebut diterapkan melalui sistem Autonomous Network untuk optimalisasi jaringan dan asisten virtual Veronika guna mempercepat respons layanan pelanggan.
Tak hanya itu, Telkomsel juga menggandeng untuk menghadirkan fitur pembelajaran berbasis AI, Sacred Octagon, di aplikasi MyTelkomsel sebagai bagian dari penguatan literasi digital keluarga Indonesia.
Di sisi infrastruktur, Telkomsel menyebut layanan 5G kini telah tersedia di lebih dari 107 kota dan kabupaten dengan dukungan lebih dari 6.380 BTS 5G, termasuk jaringan contiguous 5G di 36 wilayah. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi memperluas akses teknologi generasi terbaru sekaligus menopang kebutuhan ekonomi digital nasional.
Isu pemerataan akses juga menjadi perhatian perusahaan. Telkomsel menegaskan komitmennya memperluas konektivitas hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), menandakan bahwa pembangunan infrastruktur digital tidak semata didorong kepentingan komersial, tetapi juga aspek inklusivitas layanan publik.
Selain ekspansi jaringan, perusahaan juga menyoroti aspek keberlanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan di lebih dari 360 BTS Green serta pengelolaan limbah elektronik berbasis reuse dan recycle.
Dari sisi dampak ekonomi, kajian independen PT LAPI ITB periode 2024–2025 menyebut ekosistem Telkomsel berkontribusi terhadap penerimaan negara hingga Rp36,972 triliun melalui berbagai komponen fiskal, sekaligus mendukung penciptaan lebih dari 685 ribu lapangan kerja langsung maupun tidak langsung.
Pada momentum ulang tahun ke-31, Telkomsel juga menghadirkan program promosi “Surprise Deal” bagi pelanggan SIMPATI berupa paket data 31 GB seharga Rp31 ribu untuk tiga hari dan 500 GB Rp310 ribu selama 30 hari yang berlaku pada 26–28 Mei 2026.
Nugroho menegaskan, perusahaan akan terus memperkuat inovasi berbasis kebutuhan pelanggan guna mendukung kemajuan transformasi digital nasional.
“Melalui inovasi dan semangat melayani sepenuh hati, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan agar dapat menjalani hari ini dengan lebih baik dan menyongsong masa depan yang lebih gemilang,” tutupnya.
