SMARTMAKASSAR.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan momentum pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) sebagai ajang memperkuat promosi pariwisata sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur kota kepada para pelaku industri perjalanan wisata nasional.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyambut ratusan delegasi Rakernas II ASITA dari berbagai daerah di Indonesia dalam acara malam ramah tamah yang berlangsung di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu (6/5/2026).
Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Makassar sebagai tuan rumah kegiatan nasional yang berlangsung selama tiga hari, 6 hingga 8 Mei 2026 tersebut.
Menurutnya, kehadiran para pelaku industri pariwisata dan perjalanan wisata menjadi peluang strategis bagi Kota Makassar untuk memperluas jejaring sekaligus memperkuat pengembangan sektor pariwisata daerah.
“Ini menjadi kehormatan bagi Makassar. Kehadiran para pelaku dan pemikir pariwisata akan memberi perspektif baru dalam mengembangkan potensi wisata yang kami miliki,” ujar Munafri.
Ia menjelaskan, Makassar memiliki kekuatan besar dari sisi sejarah, budaya, hingga geografis. Sebagai wilayah yang memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Gowa dan Tallo serta didukung kawasan pesisir dan bentang alam karst Maros-Pangkep, Makassar dinilai memiliki daya tarik wisata yang kompetitif.
Meski demikian, Munafri mengakui potensi tersebut masih perlu dikelola lebih optimal. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus melakukan pembenahan di berbagai sektor, mulai dari penataan kawasan kota, penguatan infrastruktur pendukung pariwisata, hingga revitalisasi pasar tradisional.
“Kami ingin menghadirkan kota yang nyaman bagi wisatawan, termasuk melalui perbaikan pedestrian dan penataan kawasan agar lebih tertib dan menarik,” jelasnya.
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Pemkot Makassar juga mendorong penyelenggaraan berbagai event unggulan guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi masyarakat.
Munafri mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung kegiatan berskala besar yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk sektor perhotelan dan UMKM.
“Kami menargetkan setiap bulan ada event unggulan. Dengan begitu, hotel terisi, UMKM bergerak, dan ekonomi lokal ikut tumbuh,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menjadikan kota ini sebagai hub utama destinasi wisata di Sulawesi Selatan. Posisi strategis Makassar dinilai sangat potensial menjadi pintu gerbang wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan seperti Toraja, Bulukumba, hingga Maros.
“Kami ingin wisatawan tidak hanya singgah, tetapi juga tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uangnya di Makassar,” tegasnya.
Munafri berharap Rakernas II ASITA dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata dalam mendorong kemajuan sektor wisata, khususnya di Kota Makassar.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta Rakernas menikmati suasana dan kuliner khas Kota Makassar selama berada di daerah tersebut.
“Kalau ke Makassar, jangan diet dan jangan pulang hari. Harus menginap supaya bisa menikmati sunset dan angin Mamiri,” ucapnya disambut tawa peserta.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ASITA se-Indonesia yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurut Aliyah, kehadiran para delegasi menjadi energi positif dalam memperkuat promosi pariwisata Kota Makassar agar semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Sinergi dan kolaborasi seperti inilah yang diharapkan terus terjalin demi kemajuan industri pariwisata yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
