PJ Sekda Sulsel, Andi Winarno Eka Putra
MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong kolaborasi ulama, akademisi, pemerintah, dan industri jasa keuangan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Edukasi literasi disebut perlu digencarkan secara masif, terutama bagi pelaku UMKM dan pondok pesantren.
Dorongan itu disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Sulsel, Andi Winarno Eka Putra, saat mewakili Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dalam Workshop “Akselerasi Ekosistem Keuangan Syariah Indonesia” di Ballroom Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulsel dan Sulawesi Barat, Makassar, Selasa (3/11/2026).
Workshop yang diselenggarakan PT Bank Sulselbar itu bertema “Sinergi Ulama, Akademisi, Pemerintah dan Industri dalam Memperluas Inklusi dan Memperkuat Ekosistem Keuangan Syariah”. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026.
Andi Winarno menilai penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah memiliki relevansi strategis bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Sulsel, menurutnya, memiliki modal sosial dan kultural yang kuat untuk itu.
“Kita menyadari bahwa potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, khususnya di Sulsel, sangatlah besar. Sulsel memiliki modal sosial dan kultural yang kuat untuk menjadikan keuangan syariah sebagai salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemprov Sulsel berkomitmen mendukung penguatan ekosistem tersebut melalui penguatan kebijakan daerah, pembukaan ruang kolaborasi, dan peningkatan sinergi kelembagaan.
Andi Winarno juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah agar manfaat layanannya menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
“Edukasi harus digalakkan secara masif, mulai dari pelaku UMKM, pondok pesantren, hingga masyarakat luas,” katanya.
Ia berharap workshop tersebut melahirkan gagasan konstruktif dan langkah kolaboratif yang bisa langsung diimplementasikan.
“Mari kita jadikan Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan dan rujukan utama ekosistem ekonomi syariah di Indonesia Timur,” tuturnya.
Direktur Pemasaran dan Syariah PT Bank Sulselbar, Dirhamsyah Kadir, berharap ekosistem ekonomi syariah semakin meluas, termasuk di lingkungan pondok pesantren. Upaya itu diharapkan turut menggerakkan UMKM dan memperkuat dunia usaha.
“Workshop ini menjadi bagian dari IIFS 2026. Kami berharap momentum IIFS ini semakin memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di kawasan Timur Indonesia,” ujarnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, turut mengapresiasi workshop yang diinisiasi Bank Sulselbar tersebut dan berharap kegiatan ini memperkuat ekosistem keuangan syariah di Sulsel.
Hadir pula Anggota DPR RI Andi Yuliani Paris, Komisaris Utama PT Bank Sulselbar Jufri Rahman, serta jajaran komisaris dan direksi bank tersebut.
