MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — PT Toyota-Astra Motor (TAM) mencatatkan pertumbuhan penjualan yang signifikan di segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) sepanjang tahun 2026, didorong oleh penerimaan pasar yang positif terhadap New Veloz Hybrid EV. Kendaraan elektrifikasi berbasis teknologi Self-Charging Hybrid ini disebut menjadi penggerak utama kenaikan pangsa pasar (market share) Toyota, baik di segmen LMPV maupun secara keseluruhan.
Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin, mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2026, penjualan Toyota di segmen MPV Low tumbuh hingga 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu turut mengantarkan Toyota menguasai 66,2 persen pangsa pasar di segmen tersebut.
“Hadirnya Veloz Hybrid EV terbukti mendorong dominasi Toyota di segmen MPV Low dengan market share 66,2 persen. Berbagai respon positif terhadap kehadiran unit ini menjadi pemacu semangat bagi kami untuk terus menghadirkan pilihan kendaraan yang relevan,” ujar Suliadin, Kamis (11/9/2026).
New Veloz Hybrid EV mengusung teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang diproduksi secara lokal, menggabungkan mesin bensin berkapasitas 1.500 cc dengan motor listrik. Kombinasi tersebut diklaim menghasilkan efisiensi bahan bakar tanpa memerlukan pengisian daya dari sumber eksternal, sekaligus mempertahankan kabin lega khas MPV tujuh penumpang berkat penempatan baterai lithium-ion yang ringkas.
Suliadin menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi turut dipengaruhi oleh kondisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang tengah terjadi. Menurutnya, teknologi hybrid menjadi solusi yang lebih praktis dan ekonomis untuk kebutuhan mobilitas harian.
“Ditambah dengan situasi kelangkaan BBM yang terjadi saat ini, teknologi hybrid terbukti menjadi solusi paling praktis dan ekonomis bagi konsumsi harian masyarakat,” katanya.
Dari sisi keselamatan, New Veloz Hybrid EV dilengkapi fitur Toyota Safety Sense (TSS) yang menghadirkan sejumlah perangkat keselamatan aktif. Kehadiran model ini juga disebut menjadi bagian dari strategi Multi-Pathway Toyota untuk memperluas akses teknologi elektrifikasi ke lebih banyak kalangan masyarakat Indonesia melalui produk yang diproduksi di dalam negeri.
