MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – Pemerintah Kota Makassar memastikan kebutuhan dasar warga terdampak kebakaran di kawasan Asrama Mattoanging TNI tetap terpenuhi selama menjalani masa pengungsian. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi turun langsung mengecek kondisi posko pengungsian di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pabatang, Kecamatan Mamajang, Rabu (2/9/2026).
Munafri meninjau sejumlah fasilitas di posko, termasuk ketersediaan bantuan dan dapur umum yang disiapkan bagi warga terdampak. Ia juga memastikan penanganan pengungsi berjalan baik sejak kebakaran terjadi.
Selain kebutuhan pangan dan tempat tinggal sementara, Munafri meminta pelayanan kesehatan menjadi perhatian selama warga berada di posko. Ia menginstruksikan jajaran kelurahan memastikan pengungsi, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia dan balita, memperoleh akses layanan kesehatan.
“Saya minta Pak Lurah akses ke puskesmas dipastikan,” kata Munafri saat meninjau lokasi.
Dalam kunjungan tersebut, Munafri turut menyerahkan sejumlah bantuan untuk menunjang kebutuhan warga selama berada di pengungsian. Bantuan itu mencakup perlengkapan tidur, kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), serta berbagai kebutuhan kebersihan sehari-hari.
Menurut Munafri, penanganan korban kebakaran merupakan bagian dari respons cepat Pemkot Makassar untuk memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan dan kebutuhan dasar.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah bersama TNI dalam menangani warga yang terdampak bencana.
“Ini juga kolaborasi kita. Kita dari Dinas Sosial turun dengan dapur umum dan BPBD dengan bantuan-bantuan kedaruratan yang turun,” ujarnya.
Kebakaran melanda kawasan Asrama Mattoanging TNI pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 13.41 Wita.
Sebanyak 35 rumah yang dihuni 35 kepala keluarga (KK) terdampak akibat peristiwa tersebut. Warga yang rumahnya terdampak kemudian mendapat penanganan dan dukungan melalui posko pengungsian yang disiapkan pemerintah.
Pemkot Makassar memastikan pemenuhan kebutuhan dasar serta pelayanan kesehatan warga terus dipantau selama masa tanggap darurat.
