BALI, SMARTMAKASSAR.COM —
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat sinergi dengan insan media melalui kegiatan Media Engagement yang digelar pada 27–28 Agustus 2026 di Hotel Pullman Bali.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi BI dan wartawan Sulawesi Selatan untuk memperkuat pemahaman terkait isu ekonomi, kebijakan bank sentral, serta strategi penyampaian informasi ekonomi yang lebih relevan dan mudah dipahami masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, wartawan mendapatkan pembekalan dari sejumlah pemateri berkompeten, di antaranya Hery Trianto, Pimpinan Redaksi Bisnis Indonesia, yang membawakan materi mengenai strategi mengemas informasi ekonomi agar tetap relevan bagi publik.
Hery menjelaskan bahwa tantangan media saat ini bukan hanya menyampaikan angka dan data, tetapi bagaimana menghadirkan konteks serta makna di balik informasi ekonomi.
“Publik tidak membutuhkan sekadar tumpukan angka, tetapi memahami makna di balik angka yang dapat menjadi dasar dalam mengambil keputusan,” menjadi salah satu pesan utama dalam sesi tersebut.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan Sunarsip, Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) yang memberikan perspektif mengenai perkembangan ekonomi serta pentingnya peran media dalam menerjemahkan isu ekonomi makro kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BI Sulsel mendorong wartawan untuk mengembangkan pendekatan data storytelling, yakni mengubah data ekonomi yang bersifat teknis menjadi narasi yang lebih komunikatif, informatif, dan berdampak.
Deputi Kepala Divisi BI Sulsel Lidyawatie Lamakampali mengatakan, media memiliki peran penting sebagai mitra strategis Bank Indonesia dalam menyampaikan informasi kebijakan kepada masyarakat.
“Sinergi antara Bank Indonesia dan media bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi bagaimana bersama-sama membangun pemahaman publik terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan yang diambil. Informasi yang akurat dan berimbang akan membantu masyarakat mengambil keputusan ekonomi dengan lebih baik,” ujar Lidyawatie.
Sementara itu, Deputi Kepala Divisi BI Bali Jonataruli Sidabalok menyampaikan bahwa hubungan baik antara otoritas moneter dan media menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
“Media memiliki peran sebagai jembatan komunikasi antara kebijakan ekonomi dengan masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas wartawan dalam memahami isu ekonomi akan menghasilkan pemberitaan yang semakin berkualitas dan memberikan manfaat luas,” kata Jonataruli.
Melalui Media Engagement ini, BI Sulsel berharap kolaborasi bersama media semakin kuat dalam menghadirkan pemberitaan ekonomi yang kredibel, mendalam, serta mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai kebijakan dan dinamika ekonomi nasional maupun daerah.
