TANGERANG, SMARTMAKASSAR.COM — Kota Makassar mendapat ruang lebih besar untuk terhubung dengan jejaring inovasi digital nasional dan global setelah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 kota hub dalam Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Global Hub 2026.
Peluncuran GSIH yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia berlangsung di GSI BSD, Biomedical Campus BSD City, Jalan Damai Foresta, Tangerang, Banten, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid. Momentum ini sekaligus menandai dimulainya langkah baru untuk memperkuat ekosistem inovasi digital Indonesia yang terhubung dengan jejaring global.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem; Kepala Bidang Humas dan Informasi Komunikasi Publik (IKP), Abdullah; Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kota Makassar, Andi Ardhy Rahadian Sulham; serta Kepala Subbagian Protokol, Ari Pahlawan Sofyan.
Usai menghadiri peluncuran, Munafri mengatakan kehadirannya menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar melihat secara langsung perkembangan ekosistem digital Indonesia yang mengedepankan konektivitas, kolaborasi, inovasi, dan daya saing.
“Kita hadir untuk menyaksikan langkah baru dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang terhubung, kolaboratif, dan berdaya saing global,” ujar Munafri.
Menurutnya, GSIH tidak sekadar menjadi ruang berkumpulnya pelaku teknologi, tetapi juga dapat menjadi wadah yang mempertemukan berbagai kekuatan dalam ekosistem digital untuk melahirkan inovasi dan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Munafri menilai konsep tersebut memiliki relevansi kuat dengan pengembangan Makassar Creative Hub (MCH), yang selama ini diarahkan sebagai ruang kolaborasi bagi anak muda, pelaku UMKM, pekerja kreatif, serta berbagai komunitas yang bergerak di bidang ekonomi kreatif dan digital.
Pada kesempatan tersebut, aktivitas di Makassar Creative Hub juga turut menyaksikan rangkaian peluncuran GSIH melalui layar yang disiapkan di Makassar.
Munafri mengatakan keberadaan MCH menjadi modal penting bagi Makassar untuk membangun konektivitas antarpelaku dalam ekosistem ekonomi kreatif dan digital.
“Di Makassar kita memiliki Makassar Creative Hub sebagai wadah kolaborasi untuk anak muda, pelaku UMKM, ruang digital, dan para penggiat ekonomi kreatif. Ini harus terus kita kembangkan,” katanya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam pengembangan ekosistem digital karena perkembangan teknologi tidak dapat berjalan sendiri.
Ide, kreativitas, teknologi, dunia usaha, industri, pemerintah, hingga masyarakat, kata dia, harus berada dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
“Di sinilah pentingnya kolaborasi. Ide bertemu dengan teknologi, inovasi bertemu dengan industri, dan kolaborasi dapat melahirkan solusi nyata bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” jelasnya.
Munafri juga menyambut baik kehadiran GSIH yang dinilai membuka peluang bagi kota-kota di Indonesia, termasuk Makassar, untuk terhubung dengan jaringan inovasi yang lebih luas.
Ia menegaskan bahwa pengembangan ekosistem digital membutuhkan pembagian peran dan tanggung jawab dari seluruh pihak.
“Yang paling penting dalam ekosistem ini adalah sharing responsibility. Karena masa depan ekosistem digital bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” tutur Munafri.
Dengan masuknya Makassar sebagai salah satu dari 10 kota hub GSIH, Munafri berharap peluang kolaborasi, pengembangan talenta digital, inovasi, ekonomi kreatif, serta penguatan UMKM berbasis teknologi di Kota Makassar semakin terbuka.
Pemerintah Kota Makassar, kata dia, akan terus mendorong terciptanya ruang-ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, industri, dan generasi muda untuk menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Langkah ini memperkuat arah pembangunan Makassar sebagai kota yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mengambil peran dalam ekosistem ekonomi digital nasional,” tukasnya.
