_cuva
MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM —
Tujuh tahun perjalanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi momentum penguatan ekosistem pembayaran digital nasional yang semakin inklusif. Mengusung tema “7 Colors, 7 Journeys, 1 QRIS”, Bank Indonesia (BI) menegaskan QRIS terus berkembang menghadirkan kemudahan transaksi digital bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan konsep 7 Colors menggambarkan perjalanan inovasi QRIS sejak pertama kali diluncurkan hingga saat ini.
“7 Colors menggambarkan ragam pengembangan fitur QRIS, mulai dari QRIS Merchant Presented Mode (MPM) Statis, MPM Dinamis, Customer Presented Mode (CPM), QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM), QRIS Transfer, Tarik Tunai dan Setor Tunai (TUNTAS), QRIS Antarnegara (Cross-border), hingga QRIS Tanpa Pindai (TAP),” ujarnya kepada wartawan di sela acara Sultan QRIS Run 2026, Sabtu (22/8).
Sementara itu, 7 Journeys merepresentasikan perjalanan tujuh tahun QRIS sebagai satu standar pembayaran Indonesia yang terus mendekatkan layanan ke masyarakat.
Menurut Rizki, keberhasilan QRIS tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga karena mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Keberhasilan QRIS terjadi karena teknologi tersebut dapat digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Secara nasional, hingga 30 Juni 2024, QRIS telah menjangkau sekitar 63,3 juta pengguna dan 46 juta merchant di seluruh Indonesia. Sebagian besar merchant tersebut merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sejak implementasi, QRIS telah memfasilitasi sekitar 37 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp3,5 triliun.
Pertumbuhan QRIS juga terlihat di Sulawesi Selatan. Hingga 30 Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Sulsel mencapai 1,48 juta pengguna, dengan jumlah merchant mencapai 1,46 juta QRIS dan volume transaksi tercatat mencapai 151 miliar transaksi.
Rizki menjelaskan, penggunaan QRIS kini telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari pedagang pasar, warung kopi, UMKM, pusat perbelanjaan, sektor transportasi, destinasi wisata, hingga berbagai layanan publik.
Bagi pelaku usaha, QRIS memberikan kemudahan karena merchant tidak perlu menyediakan banyak kode pembayaran berbeda. Sementara bagi masyarakat, QRIS menghadirkan pilihan transaksi yang lebih praktis, cepat, dan aman.
“Semakin luasnya penggunaan transaksi digital turut mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi yang semakin efisien dan inklusif,” jelas Rizki.
Melalui berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Bank Indonesia optimistis QRIS akan semakin memperkuat transformasi ekonomi digital Indonesia serta memperluas akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
