MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Upaya meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah terus dilakukan Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Sebanyak 100 tenaga perpustakaan dari 50 sekolah tingkat SD dan SMP mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tenaga Perpustakaan Sekolah, yang berlangsung di Ruang Sipakatau, Rabu–Jumat (19–21/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar Dinas Perpustakaan Kota Makassar melalui Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca. Bimtek menjadi tindak lanjut dari Lokakarya Pengelolaan Perpustakaan Sekolah yang sebelumnya diikuti 76 sekolah.
Dari hasil lokakarya tersebut, sebanyak 50 sekolah terpilih dan menyatakan kesiapan untuk mengikuti proses akreditasi perpustakaan sekolah pada 2026.
Bimtek dibuka Sekretaris Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Syahruddin, mewakili Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Feby Primajanti.
Syahruddin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Dinas Perpustakaan Kota Makassar dalam memperkuat pembinaan perpustakaan sekolah secara berkelanjutan.
“Mulai dari lokakarya, Bimtek, implementasi, pendampingan hingga persiapan akreditasi, guna mewujudkan Makassar Literasi Kuat melalui Gemar Membaca dan Peran Perpustakaan,” ungkapnya.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan bahan dan pelayanan perpustakaan yang disampaikan Desy Selviana, Pustakawan Berprestasi Nasional dari Sulsel sekaligus Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel.
Peserta juga mendapat pembekalan penggunaan aplikasi SLiMS (Senayan Library Management System) untuk mendukung otomasi perpustakaan. Materi disampaikan Afzazul Rahman, IT Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel.
Tak hanya teori, peserta juga mengikuti praktik instalasi serta pengenalan berbagai fitur SLiMS yang dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan perpustakaan sekolah.
Sementara itu, materi pada hari kedua dan ketiga diarahkan pada penyusunan bukti fisik akreditasi. Materi mencakup enam komponen, yakni standar koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, serta penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan.
Peserta juga diperkenalkan dengan SIPAPI (Sistem Penilaian Akreditasi Perpustakaan Indonesia). Mereka mengikuti pembuatan akun, simulasi pendaftaran, hingga proses pengajuan bukti fisik akreditasi.
Materi tersebut disampaikan oleh asesor akreditasi perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Dr. Iskandar, Syamsir, Amaluddin Zainal, dan H. Syamsuddin.
Syahruddin berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama Bimtek di sekolah masing-masing.
“Saya berharap 50 sekolah peserta mampu menerapkan hasil Bimtek di perpustakaan masing-masing sekaligus memenuhi standar akreditasi,” ucapnya.
Plt. Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Tulus Wulan Juni, selaku ketua panitia, mengatakan Bimtek dirancang untuk memberikan pembekalan teknis kepada tenaga perpustakaan sekolah.
Pembekalan tersebut mencakup pengelolaan dan pelayanan perpustakaan, pemanfaatan teknologi informasi, hingga penyiapan bukti fisik untuk memenuhi enam komponen penilaian akreditasi.
“Bimtek ini memberikan pembekalan teknis pengelolaan dan pelayanan perpustakaan, termasuk penggunaan IT, dengan hasil akhir seluruh sekolah dapat menyiapkan diri mengikuti akreditasi perpustakaan tahun ini,” pungkas Tulus.
