MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus melakukan berbagai langkah percepatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul dinamika antrean kendaraan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk jalur distribusi strategis di kawasan Sulawesi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan Pertamina berkomitmen menjaga ketersediaan BBM dengan mempercepat penyaluran ke masyarakat, khususnya pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang mengalami peningkatan antrean.
Menurutnya, fenomena antrean terjadi akibat meningkatnya peralihan pengguna BBM non subsidi ke BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar. Peralihan tersebut dipicu oleh adanya disparitas harga yang cukup besar sehingga berdampak pada peningkatan konsumsi BBM subsidi.
“Pertamina terus berupaya maksimal agar distribusi BBM dapat berjalan lebih cepat dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Lilik dalam keterangannya, Jumat (7/8).
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina telah melakukan sejumlah langkah strategis, di antaranya menambah pasokan BBM sebesar 10–15 persen pada titik-titik SPBU yang mengalami antrean, terutama di jalur Trans Sulawesi yang menjadi jalur mobilitas kendaraan logistik.
Selain penambahan pasokan, Pertamina juga mengerahkan bantuan mobil tangki industri guna mempercepat proses penyaluran BBM ke SPBU.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan memperpendek waktu tunggu masyarakat saat melakukan pengisian BBM.
Pertamina juga menempatkan petugas marshal di sejumlah lokasi untuk membantu mengatur antrean kendaraan agar lebih tertib dan pelayanan di SPBU dapat berjalan optimal.
Di sisi pengawasan, Pertamina terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH), instansi terkait, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran BBM subsidi melalui program Subsidi Tepat berjalan sesuai sasaran.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar distribusi BBM kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” jelas Lilik.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan energi dengan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan serta menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan agar performa mesin tetap optimal dan konsumsi BBM lebih efisien.
