MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – Edukasi lingkungan dikemas dengan cara yang menyenangkan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kota Makassar. Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mengajak ratusan anak mencintai lingkungan melalui sesi storytelling buku berjudul “Jelajah Hijau di Pantai Losari” di Balai Manunggal, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan mendongeng tersebut menjadi salah satu agenda yang paling diminati anak-anak. Dengan gaya bercerita yang ekspresif dan interaktif, Melinda membawa peserta mengikuti kisah tentang keindahan Pantai Losari sekaligus pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini.
Melalui bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, buku cerita tersebut menyampaikan pesan tentang kepedulian terhadap alam sehingga anak-anak dapat belajar sambil menikmati alur cerita.
Melinda mengatakan kebiasaan membaca dan mendongeng memiliki peran penting dalam membangun karakter serta menumbuhkan rasa ingin tahu anak sejak dini. Menurutnya, buku cerita tidak hanya memperkenalkan literasi, tetapi juga menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan.
“Anak-anak belajar paling baik ketika mereka merasa senang. Melalui cerita, mereka tidak hanya mengenal huruf dan kata, tetapi juga belajar tentang kepedulian, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemilihan buku “Jelajah Hijau di Pantai Losari” bertujuan mengenalkan salah satu ikon Kota Makassar sekaligus menumbuhkan kecintaan anak terhadap lingkungan di sekitarnya.
Menurut Melinda, pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari akan memudahkan anak memahami pentingnya menjaga kebersihan dan merawat lingkungan sejak kecil.
“Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dengan cara yang rumit. Cerita sederhana mampu membangun imajinasi anak sekaligus membentuk kebiasaan baik yang akan mereka bawa hingga dewasa,” tuturnya.
Usai sesi mendongeng, suasana semakin semarak dengan permainan interaktif mengenai pengelolaan sampah. Melinda mengajak anak-anak mengenali perbedaan sampah organik dan anorganik melalui contoh-contoh yang akrab dalam kehidupan sehari-hari, seperti sisa makanan, daun kering, botol plastik, dan kertas.
Menurut istri Wali Kota Makassar tersebut, membiasakan anak memilah sampah sejak usia dini merupakan langkah sederhana yang dapat membentuk karakter peduli lingkungan.
Ia menilai metode pembelajaran yang dipadukan dengan cerita, permainan, dan interaksi langsung lebih efektif karena mudah dipahami sekaligus meninggalkan kesan yang mendalam bagi anak-anak.
Melalui kegiatan ini, Bunda PAUD Kota Makassar berharap edukasi lingkungan dapat menjadi bagian dari pembelajaran anak usia dini. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta mampu membawa perubahan positif bagi Kota Makassar di masa depan.
