MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – Pemerintah Kota Makassar menegaskan pentingnya peran mubalig dan imam kelurahan sebagai garda terdepan dalam menjaga keharmonisan masyarakat sekaligus mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, saat menutup Bimbingan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Mubalig yang diselenggarakan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Makassar di Makassar Golden Hotel (MGH), Kamis (2/7/2026).
Dalam sambutannya, Andi Zulkifly menyampaikan salam dari Wali Kota Makassar yang berhalangan hadir karena tengah mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan.
“Pak Wali Kota sebenarnya berkeinginan hadir langsung pada kegiatan ini. Namun karena harus menghadiri agenda APEKSI bersama para wali kota se-Indonesia, beliau menugaskan saya untuk mewakili sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta,” ujar Andi Zulkifly.
Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas mubalig dan imam kelurahan sebagai tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial.
Ia menilai imam kelurahan tidak hanya berperan memimpin ibadah dan menyampaikan dakwah, tetapi juga menjadi pemimpin informal yang dipercaya masyarakat sehingga memiliki posisi penting dalam mendukung program-program pemerintah.
“Imam kelurahan bukan hanya memimpin salat atau menyampaikan ajaran agama, tetapi juga menjadi tokoh masyarakat yang didengar dan dipercaya. Karena itu, mereka dapat membantu pemerintah menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, serta mengawal berbagai program pembangunan,” katanya.
Andi Zulkifly berharap materi pelatihan ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan berdakwah, tetapi juga memperkuat kapasitas kepemimpinan serta pemahaman para mubalig dan imam terhadap program prioritas Pemerintah Kota Makassar.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, camat, lurah, imam kelurahan, dan mubalig akan menjadi modal penting dalam mempercepat keberhasilan pembangunan hingga ke tingkat masyarakat.
Ia juga memaparkan visi pembangunan Kota Makassar, yakni mewujudkan kota yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.
“Makassar harus menjadi kota yang unggul di berbagai bidang, aman bagi seluruh masyarakat, inklusif bagi semua kalangan, serta mampu menjaga keberlanjutan setiap program pembangunan,” ujarnya.
Sekda menegaskan, mubalig dan imam kelurahan memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai berbagai program pemerintah, mulai dari pengelolaan sampah, percepatan penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, hingga menjaga ketenteraman dan kerukunan umat.
“Tolong bantu pemerintah menyampaikan program-program kepada masyarakat. Jadilah mitra strategis pemerintah agar Makassar menjadi kota yang religius, harmonis, dan semakin sejahtera,” tegasnya.
Ia juga memastikan Pemkot Makassar akan terus mendukung peningkatan kapasitas mubalig dan imam kelurahan melalui program pembinaan berkelanjutan sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Makassar, Moh Syarief, mengatakan pelatihan angkatan kedua tersebut diikuti 450 peserta dari seluruh kelurahan di Kota Makassar.
Para peserta dibagi ke dalam 10 kelas dengan masing-masing kelas berisi 45 orang. Mereka mendapatkan pembekalan dari narasumber yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam.
“Materi yang diberikan meliputi tahsin Al-Qur’an, tafsir, hadis, fikih, akhlak, hingga penguatan kemampuan mubalig dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat,” jelas Moh Syarief.
Pelatihan berlangsung selama tujuh hari sebagai upaya meningkatkan kompetensi mubalig dan imam kelurahan agar mampu menjawab tantangan dakwah di tengah perkembangan masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Kota Makassar juga menargetkan para imam kelurahan secara bertahap mampu menghafal 30 juz Al-Qur’an melalui program pembinaan yang berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, Moh Syarief menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, panitia, dan peserta atas partisipasi mereka serta berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
