MEDAN, SMARTMAKASSAR.COM – Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Medan, Sumatera Utara, untuk memperkuat kolaborasi antardaerah sekaligus mempromosikan berbagai inovasi dan potensi unggulan yang dimiliki Kota Daeng.
Dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, delegasi Kota Makassar mengambil bagian dalam berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari forum diskusi, Indonesia City Expo (ICE), hingga Karnaval Budaya yang menjadi agenda tahunan APEKSI.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Muhammad Roem, mengatakan Rakernas APEKSI merupakan forum strategis bagi pemerintah kota untuk saling berbagi pengalaman, inovasi, serta memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah.
“APEKSI ini dilaksanakan setiap tahun. Di dalam rangkaian Rakernas terdapat berbagai forum tematik yang menjadi wadah berbagi praktik baik antar pemerintah kota,” kata Roem, didampingi Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) dan Humas Diskominfo Kota Makassar, Abdullah, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, Makassar tidak hanya mengikuti agenda utama Rakernas yang dihadiri 98 pemerintah kota se-Indonesia, tetapi juga dipercaya menjadi narasumber dalam sejumlah forum tematik serta berpartisipasi aktif pada pameran Indonesia City Expo.
“Pak Wali Kota Makassar bersama Ibu Ketua TP PKK hadir langsung mengikuti berbagai rangkaian kegiatan Rakernas APEKSI bersama seluruh kepala daerah untuk membahas penguatan sinergi antarkota dalam mendukung program prioritas nasional,” ujarnya.
Roem menjelaskan, Pemerintah Kota Makassar mendapat kepercayaan mengisi Forum Lingkungan Hidup yang digelar pada 30 Juni 2026. Pada forum tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmi Budiman, memaparkan berbagai inovasi pengelolaan lingkungan yang telah dijalankan Pemkot Makassar.
Selain itu, pada 1–2 Juli 2026, Diskominfo Kota Makassar bersama Diskominfo Kota Bandung juga dipercaya menjadi narasumber dalam Forum Komunikasi Digital (KomDigi).
“Alhamdulillah, Diskominfo Makassar bersama Diskominfo Bandung dipercaya menjadi pembicara di Forum KomDigi pada tanggal 1 dan 2 Juli nanti,” ungkap Roem.
Sejumlah perangkat daerah lainnya, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), juga mengikuti forum sektoral sesuai bidang masing-masing untuk memperkuat jejaring kerja sama antarpemerintah kota.
Roem berharap Rakernas APEKSI menjadi momentum memperluas kolaborasi antardaerah guna mendukung pencapaian target pembangunan nasional maupun berbagai program prioritas pemerintah.
“Dengan pertemuan ini kami berharap terjalin kolaborasi dari berbagai kota di Indonesia untuk saling bersinergi dalam mencapai target-target nasional maupun mendukung berbagai program prioritas pemerintah,” katanya.
Tak hanya aktif dalam forum diskusi, Pemkot Makassar juga menghadirkan booth pada Indonesia City Expo (ICE) yang berlangsung pada 1–3 Juli 2026 di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan.
Melalui booth tersebut, Makassar menampilkan berbagai program unggulan yang terangkum dalam Tujuh Sapta Mulia, termasuk inovasi pelayanan publik berbasis digital seperti LONTARA+ (Makassar Super Apps), program Mulia Berjasa, Iuran Sampah Gratis, pengembangan Stadion Untia, Urban Farming, hingga konsep penataan kota.
“Semua program unggulan itu akan kami tampilkan di booth agar masyarakat dan pemerintah kota lain dapat melihat inovasi yang sedang dikembangkan Pemerintah Kota Makassar,” ujar Roem.
Pemkot Makassar juga menggandeng Dekranasda Kota Makassar untuk mempromosikan produk-produk unggulan pelaku UMKM, mulai dari kerajinan khas hingga kuliner tradisional sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif daerah.
“Pemkot Makassar membawa berbagai hasil karya UMKM Makassar agar masyarakat Kota Medan maupun peserta APEKSI dapat merasakan langsung produk-produk unggulan Kota Makassar,” tuturnya.
Selain mempromosikan sektor ekonomi kreatif, potensi pariwisata Kota Makassar turut diperkenalkan melalui materi visual, informasi destinasi wisata, serta berbagai program pembangunan kota yang dipamerkan selama kegiatan berlangsung.
Sebagai penutup rangkaian Rakernas, delegasi Kota Makassar dijadwalkan mengikuti Karnaval Budaya APEKSI pada 2 Juli 2026 dengan mengenakan busana adat Makassar sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Sulawesi Selatan kepada peserta dari berbagai daerah.
Roem berharap keikutsertaan Kota Makassar pada Rakernas APEKSI 2026 mampu memperkuat kerja sama antarkota sekaligus memperluas promosi potensi daerah di tingkat nasional.
“Kami berharap kehadiran Makassar pada APEKSI tahun ini memberikan warna tersendiri, baik melalui inovasi pemerintahan, promosi UMKM, pengembangan pariwisata, maupun pelestarian budaya,” pungkasnya.
