MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – Upaya mempercepat transformasi digital di Kota Makassar terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama antara Pemerintah Kota Makassar dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) yang difokuskan pada pengembangan konektivitas, literasi digital, hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Peluang kerja sama tersebut dibahas saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi jajaran Indosat yang dipimpin Senior Vice President (SVP) Head of Growth Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Tepi Aditia, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Kamis (18/6/2026).
Dalam pertemuan itu, Tepi Aditia menjelaskan bahwa Indosat tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan telekomunikasi, tetapi juga memiliki komitmen dalam mendukung pengembangan masyarakat melalui berbagai program edukasi dan digitalisasi.
Menurutnya, sejumlah program yang dapat dikolaborasikan meliputi edukasi kecerdasan buatan (AI) di sekolah, pelatihan literasi digital bagi generasi muda, pengembangan ekonomi digital masyarakat, hingga penerapan teknologi Internet of Things (IoT) pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
“Seperti edukasi AI di sekolah-sekolah, pelatihan literasi digital anak muda, pengembangan ekonomi digital masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi IoT untuk sektor pertanian, perikanan, dan peternakan,” jelas Tepi.
Menanggapi hal tersebut, Munafri menyambut positif tawaran kolaborasi yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan Kota Makassar menuju kota yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ia mengungkapkan bahwa akses internet yang merata masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, terutama kawasan kepulauan yang berada di wilayah administrasi Kota Makassar.
“Saya baru dari pulau-pulau terluar dan keluhan utamanya adalah keterbatasan jaringan internet. Karena itu kita ingin memastikan seluruh wilayah bisa terhubung sehingga pemerataan akses digital dapat berjalan maksimal,” ujarnya.
Selain penguatan konektivitas, Munafri juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian. Ia menawarkan peluang kolaborasi kepada Indosat melalui pengembangan greenhouse modern yang terintegrasi dengan sistem IoT untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian perkotaan.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Makassar juga terus mengembangkan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai pusat peningkatan kapasitas generasi muda, khususnya di bidang teknologi, kreativitas, dan ekonomi digital.
Dalam waktu dekat, Pemkot Makassar berencana meresmikan MCH kedua yang berlokasi di Jalan Nusantara. Munafri pun membuka kesempatan bagi Indosat untuk terlibat dalam berbagai program yang akan dijalankan melalui pusat kreativitas tersebut.
“Silakan didesain, kita launching bersama di peresmian MCH nantinya,” katanya.
Munafri menegaskan bahwa transformasi digital tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia berharap kerja sama yang terjalin dengan Indosat tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan atau seremoni, melainkan mampu diwujudkan dalam program konkret yang berdampak langsung bagi warga Kota Makassar.
“Kita ingin memastikan kerja sama ini bukan hanya seremonial antara pemerintah dan pihak swasta, tetapi benar-benar menghasilkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Tinggal kita petakan bidang mana yang akan dikerjakan bersama sehingga implementasinya lebih terarah dan efektif,” tutup Munafri.
