MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – Pemerintah Kota Makassar terus memastikan penanganan korban kebakaran di Jalan Sultan Alauddin III, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, berjalan optimal. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung menemui warga terdampak sekaligus menyerahkan bantuan pada Kamis (18/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sehari setelah kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk dan menghanguskan 11 unit rumah yang berdampak pada 22 kepala keluarga.
Dalam kunjungannya, Munafri menyapa para korban, memberikan dukungan moril, meninjau dapur umum, serta melihat langsung kondisi posko pengungsian. Ia memastikan seluruh kebutuhan dasar warga yang terdampak dapat terpenuhi selama masa penanganan darurat.
Meski baru mengunjungi lokasi sehari setelah kejadian, Munafri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah bergerak cepat sejak hari pertama melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah.
“Sudah ada prosedur yang dilakukan oleh teman-teman di lingkup Pemerintah Kota Makassar, mulai dari bantuan Dinas Sosial, BPBD, hingga kelurahan. Ini menjadi satu kesatuan untuk memastikan seluruh kebutuhan para korban bisa terpenuhi,” ujarnya.
Menurut Munafri, pada hari terjadinya kebakaran pemerintah telah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok seperti makanan dan pakaian kepada warga terdampak. Sementara pada kunjungan kali ini, bantuan yang diberikan berupa perlengkapan tidur, peralatan dapur, hingga material bangunan untuk mendukung pemulihan hunian warga.
“Setelah bahan makanan dan pakaian, sekarang masuk lagi bantuan material untuk memastikan ada tempat berteduh dulu bagi keluarga korban, sehingga ke depan mereka bisa bangkit dengan kondisi yang lebih baik,” katanya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan pasokan makanan bagi para korban selama masa tanggap darurat berlangsung.
“Bahan makanan tidak boleh berkurang. Seluruh kebutuhan ini diutamakan kepada para korban dan keluarganya agar mereka tetap mendapatkan makanan yang cukup,” tegasnya.
Selain memastikan bantuan tersalurkan dengan baik, Munafri mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran permukiman.
Ia menyoroti sejumlah faktor yang kerap menjadi pemicu kebakaran, seperti instalasi listrik yang tidak aman, penggunaan kompor, obat nyamuk, hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan.
“Masyarakat harus belajar dari kejadian ini. Sambungan listrik, kompor, obat nyamuk maupun puntung rokok bisa menjadi pemicu kebakaran. Yang paling penting adalah mencegah agar kebakaran tidak terjadi,” ucapnya.
Munafri menambahkan, Pemerintah Kota Makassar akan terus memperkuat edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana melalui kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT dan RW. Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan pos pemadam kebakaran di wilayah selatan Kota Makassar guna mempercepat respons saat terjadi keadaan darurat.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memperkuat sistem penanganan kebakaran di kawasan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi.
