MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus memperkuat perannya sebagai gerbang utama pariwisata dan promosi daerah di Indonesia Timur.
Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar, PT Angkasa Pura Indonesia berkomitmen mendukung berbagai event dan atraksi budaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulawesi Selatan.
Komitmen tersebut disampaikan General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota Makassar, Selasa (26/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Ruly menegaskan Bandara Sultan Hasanuddin kini tidak lagi sekadar menjadi tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang.
Pihaknya tengah mendorong transformasi bandara menjadi destinasi wisata baru sekaligus etalase berbagai event dan potensi daerah di Sulawesi Selatan.
“Kami ingin Bandara Sultan Hasanuddin bukan hanya bicara soal penumpang, tetapi juga menjadi new tourism destination dan etalase seluruh kegiatan maupun event yang ada di Sulawesi Selatan,” ujar Ruly.
Menurutnya, keberadaan event dan atraksi menjadi faktor penting dalam meningkatkan pergerakan wisatawan ke Sulawesi Selatan. Event dinilai mampu menarik kunjungan sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di daerah.
“Kami yakin pergerakan penumpang tidak bisa kami dorong sendiri. Orang datang ke Sulawesi Selatan karena adanya event dan atraksi. Itu menjadi sesuatu yang sangat penting,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Kota Makassar dapat melibatkan Bandara Sultan Hasanuddin dalam berbagai agenda besar daerah agar promosi dan aktivasi kegiatan dapat dilakukan secara kolaboratif di area bandara.
“Kami siap mendukung dan mengkolaborasikan berbagai kegiatan ataupun atraksi yang ada,” katanya.
Ruly menambahkan, Bandara Sultan Hasanuddin memiliki posisi strategis sebagai hub penerbangan di kawasan timur Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya ingin mendorong agar penumpang transit tidak hanya singgah, tetapi juga tertarik menikmati destinasi wisata dan event di Sulawesi Selatan.
“Bagaimana penumpang transit bisa menikmati Sulawesi Selatan dan memperpanjang length of stay mereka sehingga memberi dampak ekonomi yang baik,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Angkasa Pura siap membantu promosi event Pemkot Makassar maupun daerah lain melalui media promosi di bandara hingga menghadirkan mini event sebelum acara utama digelar.
“Kalau memungkinkan, mari kita hadirkan mini event di bandara sehingga masyarakat atau penumpang mengetahui akan ada event besar di Sulawesi Selatan,” lanjutnya.
Selain mendukung promosi event, Bandara Sultan Hasanuddin juga membuka ruang kreatif bagi seniman dan komunitas lokal untuk menampilkan karya mereka di area bandara.
Menurut Ruly, saat ini pihaknya tengah menghadirkan panggung dan etalase khusus bagi para seniman Sulawesi Selatan agar karya mereka dapat dinikmati penumpang di area keberangkatan maupun kedatangan.
“Kami mencoba memberikan etalase atau panggung kepada seniman Sulawesi Selatan untuk menampilkan karya mereka yang bisa dilihat penumpang,” terangnya.
Ia menjelaskan, proses kurasi menjadi bagian penting agar karya kreatif yang ditampilkan mampu mempertemukan seniman dengan pelaku usaha maupun komunitas lainnya.
Salah satu kolaborasi yang telah dilakukan yakni menghadirkan pameran kaligrafi bersama mahasiswa saat kegiatan Mekaar rute haji. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menampilkan proses pembuatan kaligrafi secara langsung di area holding keberangkatan internasional.
“Dengan cara seperti itu kami membuka wadah dan etalase bagi kreativitas yang ingin kami support di bandara,” ujarnya.
Tak hanya itu, Bandara Sultan Hasanuddin juga aktif berkolaborasi dengan perguruan tinggi melalui forum diskusi dan riset di area bandara.
Ruly mengungkapkan, pihaknya pernah menggelar forum group discussion (FGD) bersama mahasiswa dan akademisi di area check-in counter dengan menghadirkan profesor dari Jepang dan Kuala Lumpur untuk membahas inovasi dan riset.
“Bandara saat ini bertransformasi tidak hanya bicara penumpang, tetapi menjadi wadah, etalase, dan panggungnya Sulawesi Selatan,” tutupnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik peluang kolaborasi yang lebih luas antara Pemerintah Kota Makassar dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dalam mendukung promosi pariwisata serta pengembangan event daerah.
Menurut Munafri, pertemuan tersebut menghasilkan berbagai gagasan dan ide yang dapat diwujudkan bersama guna memperkuat posisi Makassar sebagai destinasi unggulan di Indonesia Timur.
“Dengan pertemuan ini menghasilkan berbagai macam gagasan tentang apa yang bisa kita lakukan bersama,” ujar Munafri.
Ia mengatakan, berbagai event yang akan digelar di Makassar ke depan diharapkan mampu menampilkan identitas dan ciri khas daerah sehingga memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat.
“Makassar memiliki potensi besar menjadi salah satu tujuan destinasi unggulan di kawasan Indonesia Timur,” katanya.
Munafri menambahkan, pembahasan teknis terkait bentuk kolaborasi akan dibicarakan lebih lanjut agar program yang dirancang dapat berjalan maksimal.
“Nanti secara teknis kita bisa duduk bersama. Kalau ada yang bisa kita kolaborasikan lebih jauh tentu akan lebih bagus,” pungkasnya.
