MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kesejahteraan anak rentan dan akses pendidikan bagi kelompok kurang mampu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menghadirkan program sosial Pertamina BERKAH (Bersama Berbagi Kebahagiaan) bagi anak yatim di Kota Makassar.
Program tersebut dilaksanakan di Yayasan Al Aqza, Kecamatan Tallo, Makassar, Kamis (15/5), sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat di wilayah ring 1 operasional, khususnya anak yatim, piatu, dan yatim piatu.
Kegiatan ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak rentan. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian keluarga, dukungan terhadap lembaga pengasuhan dan pendidikan nonformal dinilai menjadi kebutuhan penting.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyebut program Pertamina BERKAH merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tidak hanya menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.
Ketua Yayasan Al Aqza, Rusdi , mengapresiasi dukungan yang diberikan kepada sekitar 50 anak binaan di yayasan tersebut.
“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk keberlangsungan dan eksistensi yayasan kami, khususnya dalam pembinaan anak yatim, piatu, dan yatim piatu. Ini juga sangat membantu untuk pendidikan anak-anak kami,” ujar Rusdi.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, , mengatakan Pertamina BERKAH menjadi wadah kolaborasi sosial perusahaan bersama pekerja Pertamina Group untuk memperluas manfaat kepada masyarakat sekitar.
“Melalui Pertamina BERKAH, kami berharap semangat kebersamaan dan nilai kebermanfaatan dapat terus tumbuh bersama masyarakat,” kata Lilik.
Program tersebut juga diklaim selaras dengan target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, dan pengurangan kesenjangan sosial.
Dalam konteks lebih luas, inisiatif seperti ini menunjukkan meningkatnya peran sektor korporasi dalam memperkuat jaring pengaman sosial, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan dan pembinaan di lingkungan perkotaan.
