SMARTMAKASSAR.COM, LUWU TIMUR – Distribusi BBM subsidi kembali menjadi sorotan setelah viral dugaan pengisian solar bersubsidi hingga jutaan rupiah di SPBU Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.
Menanggapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan telah menyelesaikan investigasi bersama pihak kepolisian dan pengelola SPBU.
Hasil pemeriksaan menunjukkan informasi pengisian Biosolar hingga Rp5 juta tidak sesuai dengan data transaksi di lapangan. Berdasarkan hasil verifikasi, nominal pengisian tercatat berada di kisaran Rp500 ribuan.
Meski isu viral tersebut tidak terbukti sepenuhnya, Pertamina menemukan adanya indikasi pelanggaran dalam proses distribusi BBM subsidi.
Penelusuran data transaksi mengungkap dugaan penggunaan barcode yang tidak semestinya serta pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam penyaluran Biosolar.
Atas temuan itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menjatuhkan sanksi kepada SPBU Wasuponda berupa surat peringatan, pembinaan operasional, hingga penghentian sementara penyaluran produk JBT Biosolar selama satu minggu.
Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel, Mohammad Yoga Prabowo, mengatakan setiap bentuk penyimpangan dalam distribusi BBM subsidi menjadi perhatian serius perusahaan.
“Setiap penyimpangan, baik dalam mekanisme transaksi maupun penggunaan barcode, menjadi perhatian serius. Sanksi diberikan sebagai langkah korektif sekaligus penguatan disiplin operasional agar penyaluran tetap sesuai peruntukan,” ujarnya, baru-baru ini.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan pengawasan distribusi BBM subsidi dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.
“Setiap temuan di lapangan langsung ditindaklanjuti melalui verifikasi data dan pengecekan operasional. Ketika ada indikasi pelanggaran, langkah penindakan dijalankan secara tegas. Ini bagian dari upaya menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” kata Lilik.
Kasus ini kembali menyoroti tantangan pengawasan distribusi energi bersubsidi di daerah. Selain penguatan sistem internal, keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk mendeteksi potensi penyimpangan lebih dini.
Pertamina memastikan distribusi BBM di wilayah Sulawesi Selatan tetap berjalan normal meski penyaluran Biosolar di SPBU Wasuponda dihentikan sementara. Masyarakat juga diminta aktif melaporkan dugaan pelanggaran melalui Pertamina Contact Center 135 agar dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti.
