SMARTMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar menerima kunjungan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, yang bertemu langsung dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota Makassar, Rabu (15/04/2026).
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama antara Finlandia dan Pemerintah Kota Makassar di berbagai sektor strategis, mulai dari infrastruktur cerdas, energi, pengelolaan air, hingga pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Pekka menjelaskan Finlandia memiliki skema kolaborasi yang tidak hanya menawarkan teknologi cerdas, tetapi juga dukungan pembiayaan dengan melibatkan ekosistem perusahaan Finlandia lintas sektor.
“Pada dasarnya kami mencari peluang untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah atau bahkan perusahaan lokal dalam proyek-proyek infrastruktur cerdas,” ujarnya.
Munafri menyambut positif tawaran tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, terutama yang menghadirkan solusi teknologi aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia juga mengakui bahwa implementasi proyek besar di tingkat daerah memiliki keterbatasan karena harus mengikuti regulasi pemerintah pusat. Meski demikian, peluang kerja sama dalam skala lebih kecil tetap memungkinkan untuk dijalankan.
“Di Indonesia, kita terikat dengan kebijakan dan regulasi dari pemerintah pusat. Daerah tidak bisa menyediakan atau membangun sendiri setiap proyek infrastruktur, kami tidak bisa melangkah terlalu jauh. Namun kita bisa memulai dari skala kecil,” jelasnya.
Wali kota yang akrab disapa Appi itu pun menawarkan kerja sama awal difokuskan pada proyek sederhana, seperti pengelolaan air, termasuk teknologi desalinasi.
“Pengolahan air bisa menjadi langkah awal. Ini bukan proyek besar, melainkan proyek kecil seperti desalinasi dan sejenisnya,” katanya.
Selain itu, Appi juga menyoroti kebutuhan mendesak terkait ketersediaan listrik di wilayah kepulauan Makassar. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah pulau masih mengalami keterbatasan akses listrik.
“Kami memiliki delapan pulau dan sebagian hanya mendapatkan listrik sekitar enam jam per hari. Kami membutuhkan dukungan teknologi yang lebih baik. Jika ada solusi, kami siap mempelajari dan mengujinya bersama karena ini sangat mendesak,” ungkapnya.
Di sektor pendidikan, Munafri turut menekankan pentingnya pengembangan sistem pembelajaran melalui proyek percontohan bersama Finlandia, termasuk peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
“Kami terbuka untuk menghadirkan sistem pendidikan berbasis proyek percontohan di Makassar. Ini bisa kita bangun bersama,” tambahnya.
Menutup pertemuan, Munafri mengundang langsung Pekka untuk menghadiri agenda Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) Diplomatic Tour 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Makassar pada Juni mendatang. Undangan tersebut disambut positif oleh Pekka yang menyatakan komitmennya untuk hadir.
