SMARTMAKASSAR.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan komitmennya dalam membenahi tata kelola pemerintahan sekaligus memperbaiki wajah kota secara menyeluruh.
Dalam arahannya, Munafri menekankan bahwa penataan kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus dimulai dari tertib administrasi sebagai fondasi utama pelayanan publik yang efektif, transparan, dan akuntabel. Ia secara khusus meminta perangkat daerah seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk berjalan selaras dalam menata kawasan perkotaan.
Salah satu sorotan utama adalah pengawasan terhadap aktivitas pergudangan yang dinilai masih kerap luput dari kontrol administratif. Menurutnya, persoalan gudang dan tata ruang bukan sekadar isu teknis, tetapi berdampak langsung pada kemacetan, ketertiban kota, hingga kondisi sosial masyarakat.
Munafri juga menegaskan pentingnya peran camat dan lurah sebagai ujung tombak pemerintahan di wilayah. Ia meminta agar aparat kewilayahan tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana administratif, tetapi juga mampu menjadi problem solver yang responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat.
“Camat dan lurah harus memahami kondisi wilayahnya secara menyeluruh, mulai dari data masyarakat, fasilitas pendidikan, hingga aktivitas investasi, agar setiap kebijakan tepat sasaran dan tidak bertentangan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Lebih lanjut, ia menyoroti praktik parkir liar kendaraan logistik, khususnya di kawasan utara kota seperti Kecamatan Tallo, yang kerap menimbulkan kemacetan dan keresahan warga. Munafri menegaskan bahwa aktivitas tersebut tidak boleh lagi terjadi tanpa izin resmi.
Ia juga meminta agar setiap laporan masyarakat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas dinas, termasuk penertiban tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.
Selain penegakan aturan, Munafri mendorong inovasi dalam pelayanan publik melalui kerja sama antarinstansi. Ia mengingatkan bahwa kompleksitas pelayanan masyarakat saat ini menuntut sistem kerja yang terstruktur, kolaboratif, serta didukung kemampuan manajerial yang baik di tingkat wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya kerja tim dalam pemerintahan. Munafri menegaskan agar tidak ada lagi pola kerja “one man show” dan mendorong pembagian tugas yang jelas agar pelayanan tetap berjalan optimal.
Di sisi lain, penataan taman kota turut menjadi perhatian. Ia meminta koordinasi yang lebih jelas dengan Dinas Lingkungan Hidup agar pengelolaan ruang terbuka hijau berjalan maksimal dan tidak tumpang tindih.
Munafri juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui program “Jumat Bersih” yang harus dijalankan secara konsisten dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk RT dan RW.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Makassar berencana memberikan penghargaan kepada kelurahan terbaik dan terbersih pada peringatan hari jadi Kota Makassar mendatang.
“Insya Allah pada bulan November, akan diumumkan kelurahan terbersih dan terbaik dengan hadiah yang menarik,” tutupnya.
