SMARTMAKASSAR.COM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan di Provinsi Sulawesi Selatan tetap terjaga di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Kinerja sektor perbankan, pasar modal, serta industri keuangan non-bank (IKNB) tercatat masih tumbuh positif pada awal 2026.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin mengatakan kondisi tersebut menunjukkan ketahanan sektor keuangan daerah sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
“Stabilitas sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan tetap terjaga dengan pertumbuhan positif pada berbagai indikator utama. Kondisi ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat,” ujar Muchlasin dalam keterangan resminya, Selasa (10/3).
Perbankan Tumbuh Stabil
Pada Januari 2026, total aset perbankan di Sulawesi Selatan tercatat mencapai Rp212,19 triliun, tumbuh 5,90 persen (year on year). Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp145,27 triliun atau tumbuh 7,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit juga meningkat 5,56 persen menjadi Rp173,03 triliun, dengan kredit produktif mendominasi sebesar 52,88 persen. Sementara kredit konsumtif masih mencatat pertumbuhan cukup tinggi yakni 8,08 persen.
Kinerja intermediasi perbankan tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 118,99 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) di level 3,99 persen.
Di sisi lain, perbankan syariah menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi. Total aset tercatat Rp21,20 triliun atau tumbuh 26,19 persen, dengan pembiayaan meningkat 25,16 persen menjadi Rp17,92 triliun.
Kredit UMKM Didominasi Usaha Mikro
OJK juga mencatat penyaluran kredit UMKM di Sulawesi Selatan mencapai Rp61,58 triliun atau sekitar 36,32 persen dari total kredit. Kredit tersebut didominasi sektor usaha mikro dengan porsi 57,30 persen, disusul usaha kecil 27,72 persen dan usaha menengah 14,98 persen.
Secara keseluruhan, kredit UMKM telah disalurkan kepada 909.544 debitur di wilayah tersebut.
Investor Pasar Modal Terus Bertambah
Sementara itu, kinerja pasar modal di Sulawesi Selatan juga menunjukkan penguatan. Jumlah investor yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) mencapai 525.596 investor pada Desember 2025 atau tumbuh 31,23 persen (yoy).
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada portofolio saham yang meningkat 40,46 persen, dengan nilai akumulasi transaksi saham mencapai Rp41,87 triliun sepanjang 2025.
Literasi Keuangan Didorong Saat Ramadan
Selain menjaga stabilitas sektor keuangan, OJK juga mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program edukasi kepada masyarakat. Selama Ramadan, OJK menyelenggarakan Gerakan Nasional Literasi Keuangan Syariah (GERAK Syariah) yang berlangsung pada 6 Februari hingga 17 Maret 2026 melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, talkshow, hingga kompetisi media sosial.
Hingga Februari 2026, OJK Sulselbar telah melaksanakan 51 kegiatan edukasi keuangan dengan total peserta mencapai 631.813 orang dari berbagai segmen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.
Muchlasin menegaskan kolaborasi dengan industri jasa keuangan dan pemerintah daerah akan terus diperkuat untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan yang aman dan legal.
“Upaya edukasi keuangan terus dilakukan secara kolaboratif bersama industri jasa keuangan dan pemerintah daerah agar literasi dan inklusi keuangan masyarakat semakin meningkat,” katanya.
