SMARTMAKASSAR.COM, MAKASSAR – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memprediksi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kebutuhan energi masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
Prediksi tersebut disampaikan dalam pemaparan kesiapan Pertamina menghadapi masa mudik Ramadan dan Idulfitri 2026. Dalam proyeksi tersebut, puncak arus mudik pertama diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026, sementara puncak arus mudik kedua diprediksi berlangsung pada 18–20 Maret 2026.
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan kembali meningkat pada 28–29 Maret 2026.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi pada periode tersebut, khususnya di wilayah yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat.
“Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan pasokan energi tetap aman selama periode Ramadan dan Idulfitri. Kami memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan energi terutama pada puncak arus mudik dan arus balik,” ujar Deny.
Ia menjelaskan, peningkatan konsumsi energi biasanya terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung halaman.
“Karena itu, kami memastikan seluruh infrastruktur distribusi energi dalam kondisi optimal, termasuk kesiapan SPBU, terminal BBM, serta layanan tambahan di jalur-jalur utama mudik,” jelasnya.
Selain menjaga ketersediaan pasokan, Pertamina juga menyiagakan berbagai layanan tambahan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama musim mudik.
Deny menambahkan, Pertamina berkomitmen untuk terus memastikan distribusi energi berjalan lancar sehingga aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan tenang karena kebutuhan energi tersedia dengan baik di seluruh wilayah,” pungkasnya.
