MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang menyelimuti wilayah kota dalam beberapa hari terakhir. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, turun langsung meninjau kesiapan pelayanan kesehatan di RSUD Daya Makassar untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus gangguan pernapasan, Jumat (16/10/2026).
Didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, Munafri memantau pelayanan pasien sekaligus memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menangani masyarakat yang terdampak penurunan kualitas udara, termasuk kemungkinan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Munafri mengatakan, kondisi kabut asap yang semakin tebal perlu diantisipasi melalui langkah konkret dan terukur, terutama untuk melindungi kesehatan masyarakat.
“Yang ingin kita pastikan adalah bagaimana kesiapan fasilitas kesehatan merespons masyarakat yang terdampak asap dan kondisi cuaca yang kurang baik ini,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Munafri meninjau sejumlah ruang perawatan, berdialog dengan pasien dan tenaga medis, serta membagikan masker kepada pasien maupun pengunjung rumah sakit.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.
Menurutnya, kesiapan rumah sakit dan puskesmas menjadi faktor penting agar warga yang mengalami gangguan pernapasan dapat memperoleh penanganan medis secara cepat dan optimal.
Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan, direktur rumah sakit, serta seluruh puskesmas di Makassar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Munafri menegaskan, pelayanan kesehatan harus tetap berjalan maksimal, termasuk apabila terjadi lonjakan pasien akibat memburuknya kualitas udara.
“Kita harus lebih antisipatif dan responsif terhadap hal-hal seperti ini. Saya juga melihat langsung beberapa puskesmas di Kota Makassar untuk memastikan apakah ada peningkatan jumlah masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan awal di RSUD Daya, Munafri menyebut belum terlihat peningkatan signifikan jumlah pasien ISPA. Sejumlah pasien yang menjalani perawatan bahkan dilaporkan menunjukkan perkembangan kondisi yang membaik.
Ia mencontohkan, dari enam pasien anak yang ditemuinya, sekitar dua pasien mengalami ISPA, sedangkan pasien lainnya dirawat karena penyakit berbeda.
“Tidak banyak peningkatannya, bahkan mungkin sudah mulai berkurang,” tuturnya.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan dokter yang menangani pasien, kondisi sejumlah anak yang mengalami ISPA juga mulai membaik dan tidak lagi mengalami sesak napas.
Meski demikian, Munafri meminta masyarakat dan tenaga kesehatan tidak lengah. Pemantauan terhadap perkembangan kasus gangguan pernapasan harus terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.
Selain memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, Pemkot Makassar turut mempertimbangkan langkah perlindungan bagi anak-anak sekolah di tengah kondisi kabut asap.
Munafri mengatakan, kemungkinan penerapan pembelajaran dari rumah masih menunggu perkembangan cuaca serta hasil pemantauan kualitas udara dari lembaga atau instansi berwenang.
“Apakah kita akan melakukan pembelajaran dari rumah, itu masih kita tunggu berdasarkan kondisi cuaca. Sampai saat ini, menurut laporan yang kami terima, kondisinya masih dalam batas toleransi,” katanya.
Sembari menunggu evaluasi lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
“Yang paling penting, kita semua harus lebih waspada dan menjaga diri. Salah satunya dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk sementara waktu,” imbuhnya.
Munafri memastikan Pemkot Makassar akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah juga berupaya memastikan rumah sakit dan puskesmas siap memberikan pelayanan yang cepat dan optimal bagi warga yang membutuhkan.
Terpisah, Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr. Andi Any Muliany, memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan optimal dengan dukungan ketersediaan tempat tidur dan obat-obatan yang mencukupi.
Ia mengungkapkan, peningkatan kunjungan pasien, baik anak-anak maupun orang dewasa, terutama terlihat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Selain kunjungan pasien, penggunaan obat-obatan untuk menangani keluhan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan juga mengalami peningkatan. Obat yang banyak digunakan antara lain obat batuk, demam, dan alergi.
“Kami mencatat kenaikan penggunaan obat-obatan untuk menangani keluhan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan, seperti obat batuk, demam, dan alergi,” kata Any Muliany.
Menurutnya, penggunaan obat-obatan tersebut meningkat hingga sekitar 80 persen selama September dan Oktober.
Meski terjadi peningkatan jumlah pasien dan penggunaan obat, pihak rumah sakit belum menemukan pasien dengan kondisi berat. Pasien yang mengalami batuk maupun sesak napas umumnya berada dalam kondisi stabil dan menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan penanganan medis.
“Peningkatan kasus memang ada dari sisi jumlah, tetapi kondisi yang berat tidak ada. Semuanya dalam kondisi stabil dan dengan penanganan dokter sudah membaik,” jelasnya.
Any menambahkan, enam pasien anak yang masih menjalani perawatan pada Jumat (16/10/2026) seluruhnya dilaporkan mengalami perbaikan kondisi.
Terkait penyebab gangguan pernapasan yang dialami pasien, Any mengatakan hasil pemeriksaan darah menunjukkan adanya virus. Namun, pemeriksaan tersebut belum mengidentifikasi penyebab spesifik yang dapat dikaitkan secara langsung dengan kabut asap.
Dengan demikian, peningkatan keluhan pernapasan yang terjadi masih memerlukan penilaian medis lebih lanjut untuk memastikan faktor penyebabnya.
Di tengah peningkatan kunjungan pasien, Any menegaskan RSUD Daya tetap menjaga kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.
Ketersediaan tempat tidur dinilai masih mencukupi untuk melayani pasien yang membutuhkan perawatan. Persediaan obat-obatan juga masih berada dalam kondisi aman.
“Tempat tidur masih tersedia, obat-obatan juga masih cukup. Jadi, untuk kesiapan fasilitas, sejauh ini tidak ada masalah,” ungkapnya.
Ia mengatakan, kesiapan tersebut menjadi bagian penting dari upaya rumah sakit mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien dengan keluhan gangguan pernapasan, terutama selama kondisi kualitas udara di Makassar masih menjadi perhatian.
“Kami akan terus memantau perkembangan jumlah kunjungan dan kondisi pasien, sekaligus memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya,” pungkasnya.
