MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar memperkuat kesiapan tenaga kerja daerah yang ingin mencari peluang kerja di luar negeri melalui pembekalan bagi Pra Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
Kegiatan yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar tersebut dibuka Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, di Krakatau Ballroom, Hotel Horison Ultima Makassar, Rabu (30/9/2026).
Mengangkat tema “Siap Kerja, Siap Berkarya, Migrasi Aman Menuju CPMI yang Unggul dan Profesional”, kegiatan ini diikuti 100 pencari kerja dari berbagai latar belakang pendidikan.
Para peserta terdiri atas lulusan SMA, SMK, diploma hingga sarjana, termasuk lulusan baru maupun pencari kerja yang telah memiliki pengalaman kerja.
Dalam sambutannya, Aliyah menekankan bahwa peluang bekerja di luar negeri harus dibarengi pemahaman yang baik mengenai prosedur penempatan, hak dan kewajiban pekerja, serta aspek perlindungan selama menjalani proses migrasi kerja.
“Penempatan tenaga kerja ke luar negeri harus dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku, sehingga pekerja migran mendapatkan perlindungan, baik sebelum bekerja, selama bekerja, maupun setelah kembali ke tanah air,” ujar Aliyah.
Menurutnya, migrasi kerja yang aman membutuhkan keterlibatan dan sinergi berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, lembaga pelatihan, lembaga perlindungan pekerja migran, perusahaan penempatan hingga masyarakat yang akan menjadi calon pekerja migran.
Aliyah juga mengingatkan peserta agar tidak mudah tergiur informasi atau tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak memiliki kejelasan legalitas maupun prosedur.
Ia menilai pemahaman terhadap informasi yang benar menjadi langkah penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban penempatan pekerja migran secara nonprosedural.
“Jangan sampai mereka berangkat membawa harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, tetapi justru menjadi korban karena kurangnya informasi dan perlindungan,” tegasnya.
Berbekal pengalamannya sebagai anggota DPR RI Komisi IX periode 2014–2024, Aliyah turut menyoroti pentingnya perhatian serius terhadap perlindungan pekerja migran Indonesia.
Ia berharap proses penempatan pekerja migran tidak hanya berfokus pada keberangkatan, tetapi juga memastikan kesiapan, kompetensi, keamanan dan perlindungan pekerja hingga kembali ke daerah asal.
“Harapan kita, mereka yang bekerja di luar negeri tidak hanya mendapatkan penghasilan, tetapi juga pengalaman dan keterampilan. Ketika kembali ke Makassar, mereka dapat mengembangkan usaha dan bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya,” tambahnya.
Aliyah mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, adil, aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Makassar.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sebagai bagian dari persiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan pasar kerja global yang semakin kompetitif.
“Peningkatan kompetensi merupakan suatu keharusan agar tenaga kerja kita mampu memenuhi standar yang dibutuhkan pasar kerja global,” tutupnya.
Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, Zainal Ibrahim, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 100 peserta pencari kerja dari Kota Makassar.
Menurut Zainal, peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SMA, SMK, diploma hingga sarjana. Peserta juga terdiri dari lulusan baru dan pencari kerja yang telah memiliki pengalaman.
Ia menjelaskan, pembekalan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta terkait peluang pasar kerja luar negeri, prosedur penempatan yang aman dan sesuai ketentuan, konsep migrasi aman hingga kompetensi yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi persaingan kerja global.
“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki informasi dan pemahaman yang cukup sebelum memutuskan untuk bekerja di luar negeri,” jelas Zainal.
Sejumlah narasumber dari instansi dan lembaga terkait turut memberikan materi dalam kegiatan tersebut.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan, Fanny Wahyu Kurniawan, menyampaikan materi bertajuk “Migrasi Aman untuk Akses Kerja Pasar Global (Sinkronisasi Program SMK Go Global).”
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar, Nasrun Ilmullah, membawakan materi mengenai “Penyiapan Kompetensi untuk Akses Pasar Kerja Global.”
Materi “Peran Pemerintah Kota Makassar dalam Penyiapan Akses Pasar Kerja” disampaikan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Makassar, Dr. Usman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Ahli Muda Disnaker Kota Makassar, Rizka Mahardika, Kepala Balai K3 Makassar, Kacab PT Timur Raya Jaya Lestari, Kacab PT Al Widha selaku Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), serta jajaran terkait lainnya.
Melalui pembekalan ini, Pemerintah Kota Makassar berharap para pencari kerja yang berminat bekerja di luar negeri memiliki bekal informasi, keterampilan dan pemahaman yang memadai sehingga mampu mengakses peluang kerja global secara aman, legal, kompeten dan profesional.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah Pemkot Makassar dalam memperluas akses kesempatan kerja serta mendukung penurunan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja daerah.
