MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Inovasi yang lahir dari program Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) III Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Kota Makassar didorong tidak berhenti sebagai proyek perubahan, tetapi dapat diterapkan secara lebih luas di kecamatan lainnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly mengatakan, inovasi yang dikembangkan peserta harus mampu memberikan dampak nyata dan terukur, terutama dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pelayanan publik, serta pengembangan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Andi Zulkifly setelah didaulat menjadi mentor peserta PKP III LAN RI di Kota Makassar, Selasa (29/9/2026).
Tiga peserta yang dimentori yakni Camat Rappocini Yudistira Ekaputra Nugraha, Camat Tallo Andi Husni, dan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Setda Makassar.
Andi Zulkifly menilai sejumlah aksi perubahan yang dikembangkan peserta, khususnya terkait peningkatan PAD melalui retribusi sampah serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi model percontohan.
“Saya berharap dari inovasi-inovasi ini lahir sebuah role model untuk beberapa kecamatan, khususnya terkait pengembangan UMKM dan pembayaran retribusi sampah secara digital,” kata Andi Zulkifly.
Menurut Andi Zulkifly, Pemkot Makassar juga telah merencanakan penyusunan blueprint yang nantinya dapat diintegrasikan ke dalam Lontara.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan PAD sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ini memang sudah kita rencanakan untuk membuat blueprint, kemudian kita satukan di Lontara dalam rangka peningkatan PAD. Nantinya bisa terhubung dengan inovasi di kecamatan dan kelurahan, termasuk pengembangan UMKM,” ujarnya.
Ia juga meminta peserta tidak membatasi target aksi perubahan hanya pada dua kelurahan dalam jangka pendek.
Menurutnya, perluasan lokus diperlukan agar efektivitas inovasi dapat diuji sekaligus memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampaknya terhadap masyarakat.
Untuk Kecamatan Rappocini, misalnya, Andi Zulkifly meminta cakupan pengembangan UMKM diperluas hingga sedikitnya lima kelurahan tambahan.
“Kalau target jangka pendeknya hanya dua kelurahan, saya minta ditambah. Minimal setengahnya. Misalnya di Rappocini ada lima kelurahan yang menjadi tambahan untuk pengembangan UMKM, saya minta ditambah lima kelurahan,” tuturnya.
Andi Zulkifly menekankan, perluasan sasaran bukan sekadar untuk memperbesar cakupan program. Hal tersebut diperlukan untuk melihat sejauh mana inovasi benar-benar memberikan perubahan di tingkat kecamatan.
“Jadi nanti hasilnya akan kita lihat bagaimana dampaknya. Apakah ada peningkatan PAD, bagaimana pelayanan, dan bagaimana peningkatan perekonomian masyarakat di kecamatan tersebut. Semua itu harus terukur,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan sebuah aksi perubahan tidak cukup diukur dari terlaksananya program. Lebih dari itu, inovasi harus mampu menghasilkan manfaat dan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, inovasi yang lahir melalui PKP III LAN RI diharapkan tidak hanya menjadi capaian individual peserta, tetapi dapat dikembangkan menjadi model yang bisa diterapkan oleh perangkat daerah maupun kecamatan lain di Kota Makassar.
Dengan pola tersebut, berbagai inovasi yang dihasilkan melalui program kepemimpinan diharapkan dapat memiliki jangkauan manfaat yang lebih luas sekaligus mendukung peningkatan pelayanan dan pembangunan Kota Makassar.
