MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menyiapkan Santri Expo MULIA 2026 sebagai wadah pembinaan dan pengembangan potensi pelajar di berbagai jenjang pendidikan.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan perlombaan keagamaan, tetapi juga mengangkat aspek kesehatan sekolah, keterampilan, kreativitas, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Santri Expo MULIA Hifdzil Qur’an dan Keterampilan 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian program dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar 2026.
Kegiatan menyasar pelajar mulai dari tingkat TK/PAUD, SD, SMP hingga SMA sederajat se-Kota Makassar.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarief, mengatakan Santri Expo MULIA dirancang bukan sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan sebagai sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi generasi muda.
“Insya Allah untuk expo santri MULIA ini akan kita mulai, kategori TK dan SD. Itu expo TK, SD, dan itu satu Expo, satu kegiatan,” kata Mohammad Syarief, Selasa (15/9/2026).
Menurut Syarief, rangkaian kegiatan selanjutnya akan menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat. Kesra Makassar berharap seluruh sekolah dari berbagai wilayah dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Yang kedua adalah Expo untuk Santri untuk SMP. Ini kita harapkan untuk SMP negeri secara keseluruhan. Kemudian untuk SMA juga,” ujarnya.
Selain perlombaan keagamaan dan keterampilan, penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi salah satu fokus dalam Santri Expo MULIA 2026.
Kesra Makassar akan menggelar penilaian UKS terhadap sekolah-sekolah yang menjadi perwakilan dari masing-masing kecamatan.
Syarief menjelaskan, penguatan UKS menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar karena keberadaannya dinilai penting dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
“Fokus kegiatannya adalah di santri ini adalah kita akan melombakan UKS dari sekolah-sekolah perwakilan kecamatan,” tuturnya.
“Karena UKS adalah titik berat juga dari fokus untuk Pemerintah Kota Makassar supaya unit ataupun Usaha Kesehatan Sekolah ini maksimal di seluruh Kota Makassar,” tambah dia.
Sebelum penilaian dilakukan, Kesra Makassar telah melaksanakan sejumlah tahapan pembinaan. Di antaranya pelatihan, coaching hingga forum group discussion (FGD) yang berkaitan dengan pengelolaan UKS.
“Yang sebelumnya kami sudah adakan pelatihan-pelatihan, coaching-coaching, maupun FGD-FGD terkait UKS tersebut,” katanya.
Penilaian UKS akan menyasar sekolah tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat. Untuk memastikan kesiapan peserta, tim Kesra Makassar juga mulai melakukan verifikasi langsung ke lapangan.
Syarief mengatakan pihak kecamatan telah mengirimkan daftar sekolah yang akan menjadi perwakilan masing-masing kecamatan.
“Alhamdulillah khusus untuk lomba UKS ini kami sudah mulai verifikasi di lapangan. Pihak kecamatan sudah mengirimkan sekolah-sekolah yang mewakili kecamatannya,” terangnya.
Ia menambahkan, para camat selaku pembina UKS di tingkat kecamatan telah memberikan daftar sekolah peserta. Tim Kesra kemudian melakukan verifikasi terhadap kesiapan sekolah-sekolah tersebut.
“Mulai kemarin, Senin kemarin itu alhamdulillah kami sudah mulai turun verifikasi di lapangan,” tambahnya.
Santri Expo MULIA 2026 dikemas dengan berbagai perlombaan yang menggabungkan kemampuan keagamaan, kesehatan, olahraga dan kreativitas pelajar.
Untuk tingkat TK/PAUD/RA, kategori yang disiapkan antara lain lomba mewarnai serta hafalan surat pendek dan doa sehari-hari untuk putra dan putri.
Sementara untuk tingkat SD Negeri/Swasta dan MIN, peserta akan mengikuti lomba dokter cilik terbaik, UKS terbaik, hafalan Juz 30, serta panahan putra dan putri.
Pada tingkat SMP Negeri/Swasta dan MTsN, perlombaan meliputi kader kesehatan remaja terbaik, UKS terbaik, hafalan Juz 29 dan 30, cerdas cermat Al-Qur’an, serta panahan putra dan putri.
Adapun tingkat SMA Negeri/Swasta dan MAN akan mempertandingkan kader kesehatan remaja terbaik, UKS terbaik, hafalan Juz 28, 29 dan 30, cerdas cermat Al-Qur’an, serta panahan putra dan putri.
Selain itu, terdapat lomba mewarnai, menggambar, adzan, ceramah dan pidato yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta.
Rangkaian Santri Expo MULIA dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 27 September 2026.
Untuk tingkat TK/PAUD dan SD, kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2026. Selanjutnya, tingkat SMP digelar pada 23 September, sedangkan tingkat SMA pada 24 September 2026.
Pada 25 September, agenda dilanjutkan dengan Tabligh Akbar Remaja Masjid yang dirangkaikan dengan penilaian urban farming dan pemilahan sampah.
Sementara lomba panahan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 26 dan 27 September 2026.
“Insya Allah untuk tingkat SD maupun TK kita adakan di tanggal 22 September, kemudian untuk tingkat SMP tanggal 23 September,” ungkapnya.
Untuk meningkatkan antusiasme pelajar mengikuti kegiatan tersebut, Kesra Makassar menyiapkan total hadiah sebesar Rp150 juta untuk seluruh rangkaian lomba.
“Total hadiah yang diperebutkan, karena ini ada hadiah yang kami sudah siapkan, insyaallah dari total kegiatan ini adalah Rp150 juta kita sudah siapkan anggarannya,” kata Syarief.
Selain hadiah, panitia juga menyediakan souvenir gratis bagi 300 pendaftar pertama pada sejumlah kategori lomba.
Pelaksanaan utama Santri Expo MULIA dijadwalkan berlangsung di Masjid Raya Makassar. Sementara sebagian rangkaian kegiatan juga disiapkan di Masjid Agung Maros.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Bank Sulselbar sebagai sponsor.
Bagi pelajar yang ingin mengikuti Santri Expo MULIA 2026, pendaftaran masih dibuka hingga Kamis, 17 September 2026.
Informasi dan pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui barcode/QR Code yang tercantum dalam materi publikasi kegiatan.
Panitia juga menyediakan narahubung melalui Yani di nomor 0853-1991-8451 dan Feby di nomor 0821-9324-8269.
Syarief berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi semata, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan terhadap pembentukan karakter generasi muda.
“Kami berharap pembinaan generasi muda tidak berhenti pada kompetisi, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan dan karakter dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Syarief.
