Salah satu mobil listrik yang dipamerkan pada ajang GIIAS Makassar
MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – Di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026, Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), deretan mobil listrik dan hibrida kini menjadi pusat perhatian pengunjung. Pameran yang digelar 28 Oktober hingga 1 November 2026 itu menandai satu hal: elektrifikasi tidak lagi hanya urusan kota besar di Jawa.
Toyota meluncurkan New bZ4X Touring Battery EV di Makassar pada Rabu (28/10/2026). Perusahaan itu juga memamerkan Land Cruiser 300 Hybrid EV dan Land Cruiser FJ untuk pertama kalinya kepada publik di kota ini. PT Toyota-Astra Motor mencatat kendaraan Hybrid EV Toyota kini digunakan pelanggan di seluruh 38 provinsi di Indonesia.
“Hybrid EV Toyota kini dipakai pelanggan di seluruh provinsi di Indonesia. Ini menunjukkan elektrifikasi semakin dapat diterima dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujar Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin.
Pilihan Kian Beragam
Pilihan konsumen di Sulawesi Selatan bertambah. PT JETOUR Sales Indonesia memperkenalkan SUV plug-in hybrid JETOUR T2 i-DM dengan harga Rp705 juta on the road Makassar. Mobil ini menyasar konsumen yang ingin memakai tenaga listrik untuk keperluan harian, tetapi tetap ditopang mesin bensin untuk perjalanan jauh.
Regional Sales Manager PT JETOUR Sales Indonesia, Denny Anggono, menyebut kebutuhan mobilitas warga Sulsel sangat beragam, mulai dari rutinitas dalam kota hingga perjalanan keluarga ke berbagai destinasi. Makassar, katanya, menjadi wilayah penting untuk mendekatkan merek itu dengan konsumen di Indonesia Timur.
Geely Auto Indonesia juga membawa empat model sekaligus: EX2, Coolray, EX5, dan Starray, yang mencakup teknologi mesin bensin, listrik murni, hingga plug-in hybrid. Menurut Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, EX2 menempuh jarak hingga 395 kilometer dan EX5 hingga 495 kilometer.
Dari Pameran ke Kemandirian Industri
Ada angka yang menyentuh sisi daya saing nasional. Geely menggandeng mitra lokal untuk memenuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Capaiannya kini 46,5 persen, melampaui target pemerintah sebesar 40 persen. “Kami menargetkan TKDN bisa mencapai 60 persen pada tahun depan,” kata Herlijoso.
Semakin tinggi kandungan lokal, semakin besar pula peluang industri dalam negeri ikut terlibat dalam rantai pasok kendaraan listrik. Di sinilah energi listrik berperan lebih luas dari sekadar bahan bakar: ia menjadi dasar tumbuhnya industri baru.
Infrastruktur Pengisian Menjawab Keraguan
Mobil listrik hanya berguna jika pemiliknya yakin bisa mengisi daya. Pertanyaan itu coba dijawab PT PLN UID Sulselrabar. Per Oktober 2026, jumlah kendaraan listrik di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat meningkat 53,7 persen dibandingkan April 2026, atau bertambah 3.441 unit.
PLN mengoperasikan 84 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 61 lokasi. Rinciannya, 65 unit di 46 lokasi di Sulawesi Selatan, 12 unit di sembilan lokasi di Sulawesi Tenggara, dan tujuh unit di enam lokasi di Sulawesi Barat. Fasilitas itu tersedia mulai dari ibu kota provinsi, jalur lintas provinsi, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, kampus, hingga bandara.
Untuk kebutuhan berbeda, PLN menyediakan empat kategori: 25 unit ultra fast charging (60–200 kW), 12 unit fast charging (25–50 kW), 39 unit medium charging (22 kW), dan delapan unit standard charging (7 kW). Ada pula 16 SPKLU khusus kendaraan roda dua di 11 kabupaten/kota. Sejumlah lokasi dilengkapi lounge, dan pengguna bisa mencari SPKLU, memulai pengisian, hingga membayar lewat fitur EV Digital Services di aplikasi PLN Mobile.
“Kami ingin memastikan siapa pun yang beralih ke kendaraan listrik, tidak lagi ragu soal tempat mengisi daya,” ujar General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, di Makassar.
Transisi Energi Bersih
Didik menambahkan, kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung saat beroperasi, sehingga turut mendukung transisi energi bersih. Pengembangan SPKLU ini, katanya, bagian dari komitmen PLN memperkuat ekosistem kendaraan listrik di kawasan timur Indonesia.
Pertemuan antara produsen yang makin serius menggarap pasar Indonesia Timur dan infrastruktur listrik yang terus diperluas menunjukkan arah yang sama: energi yang andal membuka ruang bagi pertumbuhan baru. Dari showroom di SMMCC hingga SPKLU di jalur lintas provinsi, listrik kini bukan hanya soal menerangi rumah, tetapi juga menggerakkan mobilitas, industri, dan daya saing bangsa.
