JAKARTA, SMARTMAKASSAR.COM – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar US$147 juta hingga kuartal III 2026. Angka itu hampir tiga kali lipat dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar US$52 juta, meski harga nikel masih tertekan.
Hasil tersebut diumumkan perseroan di Jakarta, belum lama ini. Lonjakan laba ditopang penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Blok Pomalaa serta peningkatan pengiriman nikel matte.
Pendapatan sembilan bulan pertama 2026 mencapai US$896 juta, naik 27 persen dari US$705 juta pada periode yang sama 2025. EBITDA tahun berjalan juga naik menjadi US$297 juta dari US$166 juta.
Pada kuartal III 2026 saja, pendapatan perseroan sebesar US$353 juta, naik dari US$290 juta di kuartal sebelumnya. Namun laba bersih kuartalan turun menjadi US$43 juta dari US$61 juta, sementara EBITDA kuartal III sebesar US$101 juta, sedikit di bawah US$116 juta pada kuartal II.
Harga realisasi rata-rata nikel matte turun menjadi US$14.053 per ton dari US$14.765 per ton pada kuartal II. Pengiriman nikel matte naik menjadi 20.158 ton dari 13.932 ton, sehingga membantu mengimbangi pelemahan harga.
Biaya tunai penjualan nikel matte naik menjadi US$10.404 per ton dari US$10.005 per ton. Perseroan menyebut kenaikan ini dipicu naiknya konsumsi dan harga energi. Konsumsi marine fuel oil (MFO) dan batubara masing-masing naik 6 persen dan 12 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Produksi nikel dalam matte kuartal III mencapai 18.341 ton, tertinggi sepanjang 2026 setelah pemeliharaan besar pada awal tahun. Meski demikian, produksi sembilan bulan tercatat 48.114 ton, lebih rendah dari 54.975 ton pada periode sama tahun lalu.
Di sisi bijih nikel, Blok Pomalaa membukukan penjualan 1.314.358 wet metric ton (wmt) pada kuartal III, naik dari 495.601 wmt di kuartal II. Sebaliknya, penjualan Blok Bahodopi turun menjadi 415.000 wmt dari 1.074.665 wmt. Secara total, penjualan bijih dari kedua blok sekitar 1,73 juta wmt pada kuartal III.
Sepanjang kuartal III, PT Vale merealisasikan belanja modal sekitar US$95 juta. Perseroan menarik pinjaman US$175 juta dari fasilitas yang tersedia. Kas dan setara kas per 30 September 2026 tercatat US$247 juta, naik dari US$111 juta pada akhir Juni 2026.
Dalam hilirisasi, PT Vale mencapai mechanical completion pertama untuk Line 1 dan Line 2 proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) Pomalaa. Memasuki 2027, perseroan akan mengoptimalkan produksi nikel matte, meningkatkan penjualan bijih, dan mendorong proyek hilirisasi ke tahap berikutnya.
