N4432
BALI, SMARTMAKASSAR.COM — Perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi terus bergerak menuju era digital. Namun, di tengah pesatnya penggunaan pembayaran nontunai, menjaga kepercayaan publik menjadi tantangan utama. Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan memastikan transformasi sistem pembayaran berjalan seimbang dengan penguatan Rupiah, edukasi masyarakat, serta perlindungan konsumen.
Hingga Juni 2026, akseptasi pembayaran digital di Sulawesi Selatan menunjukkan pertumbuhan signifikan. Transaksi QRIS meningkat 129,4 persen secara tahunan (YoY) dengan volume mencapai 28 juta transaksi dan nominal Rp2,57 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung oleh 1,48 juta pengguna serta 1,46 juta merchant yang telah terhubung dalam ekosistem pembayaran digital.
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan perkembangan digitalisasi pembayaran harus diiringi dengan peningkatan literasi masyarakat agar teknologi memberikan manfaat yang optimal.
“Pesatnya adopsi transaksi digital harus diimbangi dengan literasi dan pelindungan konsumen yang kuat agar masyarakat merasa aman serta terlindungi dalam bertransaksi,” ujar Rizki dalam pemaparannya di sela-sela kegiatan Pelatihan Wartawan Sulawesi Selatan yang digelar Bank Indonesia di Bali, Kamis (27/8).
Selain QRIS, infrastruktur pembayaran digital melalui BI-Fast di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) juga mencatat perkembangan positif dengan nilai transaksi mencapai Rp33,74 triliun dari 14,6 juta transaksi.
Rizki mengungkapkan, BI Sulsel juga terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah. “Hingga saat ini, seluruh pemerintah daerah di Sulawesi Selatan telah masuk kategori Pemda Digital sebagai bagian dari upaya memperluas ekosistem pembayaran modern yang efisien dan transparan,” ucap Rizki.
Meski digitalisasi terus berkembang, Rizki menegaskan, peran Rupiah sebagai simbol kedaulatan ekonomi tetap menjadi perhatian. Pengelolaan uang Rupiah yang andal serta layanan pembayaran yang aman menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan masyarakat.
Transformasi sistem pembayaran bukan hanya tentang menghadirkan teknologi baru, tetapi memastikan setiap masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah, aman, dan terlindungi.
“Bagi BI Sulsel, kepercayaan publik menjadi modal utama dalam membangun ekonomi digital yang inklusif,”tutupnya.
