MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar mengusulkan agar sekolah-sekolah di wilayah kepulauan Kecamatan Sangkarrang menjadi prioritas dalam program revitalisasi sekolah yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Usulan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, saat mendampingi Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, dalam peletakan batu pertama revitalisasi SD Muhammadiyah Mimbar Baru di Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Rabu (8/7/2026). Turut hadir Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Makassar, Kurniati.
Achi mengatakan sekolah-sekolah di wilayah kepulauan masih membutuhkan perhatian lebih, terutama dari sisi sarana dan prasarana pendidikan. Karena itu, pemerintah pusat diharapkan memberi prioritas agar pemerataan kualitas layanan pendidikan juga dirasakan oleh peserta didik di pulau.
“Harapan kami, sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan Kecamatan Sangkarrang dapat menjadi prioritas dalam program revitalisasi,” ujar Achi.
Menurutnya, revitalisasi sekolah di kawasan kepulauan akan memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak untuk belajar di fasilitas yang layak, setara dengan sekolah-sekolah di wilayah daratan.
Sementara itu, Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, menegaskan revitalisasi sekolah merupakan program prioritas pemerintah yang difokuskan pada sekolah-sekolah dengan kondisi rusak berat.
“Revitalisasi sekolah ini merupakan program prioritas Bapak Presiden untuk perbaikan gedung sekolah. Sekolah-sekolah dengan kategori rusak berat menjadi prioritas utama yang kami perbaiki,” katanya.
Selain revitalisasi sarana dan prasarana, Kemendikdasmen juga menjalankan program digitalisasi pembelajaran untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Salim meminta pemerintah daerah melakukan pemetaan kondisi sekolah secara akurat agar bantuan pemerintah benar-benar diberikan kepada sekolah yang paling membutuhkan. Ia juga mengingatkan agar tidak ada manipulasi data kerusakan sekolah.
“Kita harus sama-sama memastikan bahwa sekolah yang diusulkan memang benar-benar membutuhkan revitalisasi. Jangan sampai data kerusakannya tidak sesuai kondisi di lapangan,” tegasnya.
Pada tahun ini, Pemerintah Kota Makassar mengusulkan 79 sekolah untuk memperoleh bantuan revitalisasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 sekolah telah masuk dalam daftar penerima program.
“Alhamdulillah, dari 79 sekolah yang diusulkan, sudah sekitar 30 sekolah yang masuk. Ini capaian yang sangat baik,” ujarnya.
Secara nasional, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi sekitar 15.100 sekolah dengan dukungan anggaran sekitar Rp15 triliun. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap karena sebagian sekolah masih melengkapi persyaratan administrasi.
Salim juga meminta Dinas Pendidikan Kota Makassar mengawal penyelesaian dokumen bagi sekolah yang telah lolos tahap pertama agar seluruh persyaratan, termasuk Rencana Anggaran Biaya (RAB), rampung sebelum penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dijadwalkan berlangsung pada 16–20 Juli 2026.
Ia berharap Pemerintah Kota Makassar kembali mengusulkan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat pada tahap berikutnya, termasuk sekolah negeri maupun swasta, sehingga bantuan revitalisasi benar-benar tepat sasaran.
