MAMUJU, SMARTMAKASSAR.COM — Meningkatnya mobilitas masyarakat akibat kepulangan jemaah haji dan libur sekolah diperkirakan memicu kenaikan konsumsi energi rumah tangga, khususnya LPG subsidi 3 kilogram. Merespons kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan LPG 3 Kg sebesar 35 persen dari rerata harian normal di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Tambahan pasokan atau extra dropping itu disalurkan selama pekan ini guna menjaga ketersediaan LPG bersubsidi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, , mengatakan langkah tersebut merupakan upaya antisipatif untuk memastikan distribusi LPG tetap berjalan lancar selama momentum peningkatan konsumsi.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah menyiapkan tambahan pasokan LPG 3 Kg sebanyak 35 persen dari rerata harian normal untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Barat. Langkah ini kami lakukan sebagai antisipasi potensi peningkatan konsumsi masyarakat pada momentum Iduladha, kepulangan jemaah haji, serta periode libur sekolah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (8/6).
Menurutnya, stok LPG 3 Kg di wilayah Sulsel dan Sulbar dalam kondisi aman dan penyalurannya terus dipantau agar sesuai kebutuhan masyarakat.
Di tengah peningkatan kebutuhan, Pertamina juga menyoroti pentingnya pengawasan distribusi LPG subsidi agar tetap tepat sasaran. Masyarakat diimbau membeli LPG 3 Kg melalui pangkalan resmi untuk memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Pertamina menegaskan LPG 3 Kg merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Karena itu, pengawasan distribusi dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan di lapangan.
Lilik mengatakan sinergi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dibutuhkan agar distribusi LPG subsidi dapat berjalan optimal.
“Kami mengajak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap penyaluran LPG 3 Kg agar tepat sasaran dan dapat dinikmati masyarakat yang memang berhak menerima subsidi pemerintah,” katanya.
Pertamina menyatakan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap distribusi LPG dengan melibatkan pemerintah daerah, agen, hingga pangkalan resmi selama periode peningkatan konsumsi masyarakat.
