_cuva
SMARTMAKASSAR.COM, MAKASSAR – Isu keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali mengemuka seiring meningkatnya beban pembiayaan akibat lonjakan penyakit katastropik. BPJS Kesehatan menilai peran media menjadi krusial dalam membangun pemahaman publik sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam forum silaturahmi dan diskusi bersama insan pers yang digelar BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IX di Makassar Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam mendukung keberlanjutan program JKN di tengah berbagai tantangan.
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah IX, Asyraf Mursalina, mengatakan media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
“Media memiliki peran kunci dalam membentuk pemahaman publik. Karena itu, kami memandang insan pers sebagai mitra strategis yang turut menentukan keberhasilan Program JKN melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif,” ujar Asyraf.
Menurutnya, forum tersebut juga menjadi ruang dialog terbuka untuk menyerap masukan dari media, sehingga komunikasi yang terbangun tidak bersifat satu arah, melainkan kolaboratif dan solutif.
Di tengah tantangan yang ada, Asyraf menegaskan bahwa JKN merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat melalui prinsip gotong royong.
“Peserta yang sehat menopang peserta yang sakit, serta peserta yang mampu membantu peserta yang kurang mampu. Prinsip ini menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan program,” jelasnya.
Namun demikian, BPJS Kesehatan menyoroti tren peningkatan penyakit katastropik seperti jantung, kanker, dan stroke yang menjadi penyumbang terbesar pembiayaan layanan kesehatan.
“Dominasi penyakit katastropik tersebut berdampak langsung pada meningkatnya beban pembiayaan layanan kesehatan dalam sistem JKN,” kata Asyraf.
Ia menekankan bahwa kondisi ini perlu direspons dengan penguatan upaya promotif dan preventif sebagai strategi jangka panjang. Edukasi pola hidup sehat dinilai menjadi langkah penting untuk menekan angka kasus penyakit berbiaya tinggi tersebut.
“Upaya pencegahan harus menjadi fokus bersama agar beban pembiayaan dapat lebih terkendali dan keberlanjutan Program JKN tetap terjaga,” tutupnya.
