_cuva
MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti lambatnya akselerasi keuangan syariah di Indonesia yang hingga kini dinilai belum mencapai tahap sistemik. Kondisi ini membuat ekosistem keuangan syariah nasional belum mampu saling memperkuat antarsektor secara otomatis.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK sekaligus Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah, Dian Ediana Rae, mengatakan peta jalan perbankan syariah yang dirumuskan sejak empat tahun lalu, beserta panduan sektoral seperti asuransi dan dana pensiun, belum diiringi integrasi yang kokoh di lapangan.
“Intinya, kita melihat bahwa pertumbuhan keuangan syariah belum bisa dikatakan sistemik, belum membangun suatu ekosistem yang justru saling memperkuat. Contohnya, asuransi belum secara otomatis ditutup oleh asuransi syariah, dan pembiayaan pun demikian,” ujar Dian pada kegiatan Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 yang digelar di Four Point Hotel by Sheraton Makassar, (2/11/2026).
Sebagai respons, OJK memfokuskan strategi pada penguatan ekosistem guna menopang terwujudnya sustainable halal economy atau ekonomi halal berkelanjutan. Dian menegaskan sinergi lintas pemangku kepentingan merupakan harga mati untuk mendobrak hambatan sektoral.
Blueprint Jadi Panduan Strategis

Di tengah tantangan itu, OJK meluncurkan cetak biru (blueprint) penguatan ekosistem keuangan syariah. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut peluncuran tersebut sebagai tonggak sejarah bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Peluncuran blueprint tadi merupakan satu awal yang sangat bersejarah bagi seluruh stakeholders menjadi panduan bagaimana melalui apa visi yang kita ingin capai, kemudian pilar-pilarnya, baik itu kelembagaan, produk, inovasi teknologi, dan semuanya,” ujar Friderica.
Menurut Friderica, Indonesia memiliki modal besar sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan penerimaan masyarakat yang positif terhadap produk halal dan keuangan syariah. Potensi itu perlu ditopang sektor turunan, mulai dari gaya hidup, industri makanan halal, hingga pariwisata halal, sebagai satu kesatuan ekosistem yang saling menopang.
Kolaborasi yang didorong OJK mencakup pemerintah pusat dan daerah, industri jasa keuangan, pemberdayaan UMKM, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan penyelenggara haji. OJK juga menekankan peran aktif pemerintah daerah melalui berbagai program kerja sama di tingkat regional.
OJK mencontohkan Malaysia dan negara-negara Teluk yang berhasil memosisikan diri sebagai pusat keuangan syariah dunia berkat komitmen terpadu dan peran aktif pemerintah sebagai motor penggerak. Melalui konsolidasi bersama pelaku industri dan Komisi XI DPR RI, OJK berharap landasan politis dan hukum pengembangan keuangan syariah semakin kokoh.
Persaingan Global Kian Ketat
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman juga menyoroti ketatnya persaingan industri keuangan syariah global yang tidak hanya diperebutkan negara berpenduduk mayoritas muslim.
Menurutnya, Tiongkok dan Thailand, yang penduduk Muslimnya minoritas, justru lebih dulu agresif mengambil peluang di tingkat internasional.
“Kita juga termasuk persaingan dunia ini, ternyata bukan cuma negara mayoritas Muslim yang mau mengambil peluang ini. Justru yang banyak mengambil peluang ini adalah negara Tiongkok, kemudian Thailand, yang notabene mereka adalah negara-negara penduduk minoritas Muslim,” ujar Andi Sudirman.
Pernyataan itu disampaikan dalam Indonesia Islamic Finance Summit (IFINSM) 2026 di Sulawesi Selatan, yang turut dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK dan Dian Ediana Rae.
Andi Sudirman menekankan pentingnya ekosistem perluasan keuangan syariah yang terintegrasi secara nasional. Pemprov Sulsel, katanya, siap menjalankan arahan dan blueprint dari OJK serta Komite Pengembangan Keuangan Syariah agar Indonesia mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Melalui sinergi dengan OJK, implementasi cetak biru diharapkan membuka peluang ekonomi lebih luas, memperkuat posisi tawar Indonesia, dan mendongkrak daya saing ekonomi syariah di kancah internasional.
