N4026_vivi
MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM —Setelah beberapa hari diwarnai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU, layanan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Makassar mulai menunjukkan wajah baru yang lebih tertib. Motor dan mobil kini tak lagi berhenti berjam-jam menunggu giliran mengisi tangki.
Perubahan ini tak lepas dari serangkaian langkah cepat yang digerakkan Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Lonjakan permintaan BBM subsidi jenis Pertalite dipicu oleh dinamika geopolitik Timur Tengah yang mengerek disparitas harga BBM subsidi dan non-subsidi, diperparah beredarnya disinformasi di masyarakat. Akibatnya, permintaan bahkan melampaui puncak arus mudik Ramadan dan Idulfitri.
Menjawab tekanan itu, Pertamina merombak strategi suplai maupun layanan. Sebanyak 12 SPBU di Makassar, Gowa, dan Maros direkonfigurasi, sebagian nozzle Pertamax dialihkan melayani Pertalite.
Sebanyak 25 SPBU dioperasikan 24 jam, 17 unit mobil tangki tambahan diturunkan, dan tiga SPBU modular didirikan di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) bekerja sama dengan Pemprov Sulsel, khusus melayani sepeda motor dengan skema ganjil-genap serta pengecualian bagi ojek daring.
“Pertamina Patra Niaga memahami kesulitan dan aspirasi masyarakat. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Deny Sukendar, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, seraya menegaskan kondisi antrean sudah berangsur membaik.
Langkah rekonfigurasi jalur pengisian turut dijelaskan VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora. Menurutnya, penyesuaian dilakukan agar lebih banyak titik pengisian Pertalite tersedia bagi masyarakat yang tengah kesulitan.
Di lapangan, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, menyebut sinergi bersama Pemprov Sulsel menjadi kunci pemulihan. “Kami melihat kondisi antrean di sejumlah SPBU Makassar hari ini semakin landai,” kata Okky.
Pemulihan tak hanya menyasar BBM. Pasokan elpiji 3 kilogram turut diperkuat lewat operasi distribusi khusus pada hari libur, menyalurkan 173.160 tabung dalam sehari. Okky menuturkan, langkah itu di luar kebiasaan.
“Melihat kebutuhan di lapangan, kami mengaktifkan kembali operasional distribusi,” ujarnya.
Di tengah kerja keras itu, suara warga menjadi penanda keberhasilan di lapangan. Rian, seorang pengemudi ojek daring yang kerap mengisi BBM di SPBU CPI, mengaku terbantu dengan hadirnya SPBU modular. “Sekarang tidak perlu ikut antre lama kayak dulu, jadi bisa cepat kerja lagi,” ujarnya.
Testimoni senada disampaikan Wulan, seorang ibu rumah tangga di kawasan Panakkukang. Ia mengapresiasi penambahan jam operasional SPBU. “Sekarang malam-malam pun masih bisa isi bensin, jadi lebih tenang,” katanya.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri bahkan turun langsung ke Makassar memastikan seluruh langkah pemulihan berjalan optimal di lapangan.
Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mengevaluasi dan memperkuat pelayanan demi memastikan kebutuhan energi masyarakat Makassar terpenuhi secara adil dan lancar.
