MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Sebanyak 41 delegasi dari 28 negara sahabat memulai rangkaian kegiatan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS): Diplomatic Tour Goes to Makassar dengan menikmati suasana senja di Benteng Fort Rotterdam, Selasa (23/6/2026).
Kehadiran para diplomat tersebut menjadi momentum penting bagi Kota Makassar untuk memperkenalkan potensi budaya, kuliner, ekonomi, dan investasi kepada komunitas internasional.
Makassar dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang berlangsung pada 23–25 Juni. Program yang diinisiasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar itu mengusung tema “Bringing Flavours, Cultures and Business Opportunities”.
Kegiatan tersebut menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional melalui pendekatan budaya dan kuliner.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Welcome Dinner yang digelar di kawasan bersejarah Benteng Fort Rotterdam. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai jamuan resmi yang dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.
Melalui jamuan tersebut, Pemerintah Kota Makassar memperkenalkan identitas daerah sebagai kota maritim yang kaya sejarah, budaya, kuliner, serta memiliki peluang investasi yang menjanjikan.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, R. Heru Hartanto Subolo, mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Makassar kepada para delegasi internasional.
Menurutnya, Makassar memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia sebagai pusat perdagangan dan pertemuan berbagai peradaban selama berabad-abad.
“Makassar selama berabad-abad telah menghubungkan manusia, budaya, dan perdagangan di kawasan kepulauan Nusantara dan sekitarnya,” ujar Heru.
“Malam ini kita melanjutkan tradisi tersebut dengan menyambut sahabat-sahabat dari berbagai negara dalam semangat persahabatan, dialog, dan kerja sama,” lanjutnya.
Heru menjelaskan, Indonesia Gastrodiplomacy Series merupakan program yang diluncurkan Kementerian Luar Negeri sejak 2023 untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui pendekatan kuliner.
Menurut dia, gastrodiplomasi kini berkembang menjadi lebih dari sekadar promosi makanan. Program tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku industri kreatif, komunitas budaya, dan mitra internasional guna membangun jejaring kerja sama yang lebih luas.
“Tahun ini kami memilih Makassar karena merupakan salah satu kota yang tumbuh pesat di kawasan Indonesia Timur dengan kombinasi kuat antara dinamika ekonomi, keberagaman budaya, warisan maritim, dan keunggulan kuliner,” jelasnya.
Ia menilai Makassar memiliki posisi strategis sebagai gerbang Indonesia Timur yang mampu menawarkan berbagai peluang investasi sekaligus pengalaman budaya yang autentik bagi para delegasi asing.
Heru juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global.
“Kerja sama yang kuat antara Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Kota Makassar menunjukkan bagaimana aktor nasional dan lokal dapat berjalan bersama dalam memperkuat keterlibatan Indonesia di tingkat internasional,” katanya.
Selama berada di Makassar, para delegasi dijadwalkan mengikuti berbagai agenda yang menampilkan potensi ekonomi, investasi, budaya, dan pariwisata Sulawesi Selatan.
Mereka juga diperkenalkan dengan beragam kuliner khas daerah seperti Coto Makassar, Konro, Palubasa, hingga berbagai olahan hasil laut yang menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir Sulawesi Selatan.
Heru menegaskan bahwa setiap sajian kuliner yang diperkenalkan dalam kegiatan gastrodiplomasi tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga membawa cerita mengenai sejarah, budaya, dan identitas masyarakat setempat.
“Setiap hidangan memiliki kisah, setiap rasa membawa warisan budaya, dan setiap meja makan yang kita bagi bersama menciptakan ruang untuk memperkuat saling pengertian antarbangsa,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Ani Nigeriawati, berharap penyelenggaraan IGS 2026 menjadi awal lahirnya berbagai kerja sama konkret antara Makassar dan mitra internasional.
Menurutnya, kegiatan gastrodiplomasi bukan hanya sarana promosi budaya dan kuliner, tetapi juga instrumen untuk membuka peluang kerja sama yang berdampak langsung terhadap pembangunan daerah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai ajang promosi semata, tetapi menjadi pintu pembuka bagi Kota Makassar untuk semakin dikenal dunia sebagai gerbang ekonomi kawasan Indonesia Timur,” ujar Ani.
Ia menjelaskan, Indonesia Gastrodiplomacy Series merupakan salah satu program unggulan Kementerian Luar Negeri yang memanfaatkan kekayaan kuliner Nusantara sebagai instrumen diplomasi lunak (soft power) Indonesia di tingkat global.
Sebelum digelar di Makassar, program tersebut telah sukses dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia dengan melibatkan para duta besar dan perwakilan negara sahabat untuk mengenal langsung potensi daerah.
“Program ini menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan mitra internasional,” katanya.
Adapun negara yang berpartisipasi dalam IGS 2026 berasal dari kawasan Asia, Eropa, Afrika, Amerika, hingga Pasifik, di antaranya Australia, Jepang, Malaysia, Filipina, Brasil, Meksiko, Belanda, Finlandia, Nigeria, Ethiopia, Rwanda, Fiji, Solomon Islands, Uruguay, Ukraina, dan sejumlah negara lainnya.
Welcome Dinner tersebut turut dihadiri para duta besar dan perwakilan negara sahabat, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD Kota Makassar, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Ketua TP PKK Melinda Aksa, jajaran SKPD Pemerintah Kota Makassar, serta sejumlah tokoh masyarakat.
