MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meningkatkan pasokan Biosolar subsidi di Kabupaten Maros menyusul meningkatnya aktivitas pengisian bahan bakar oleh kendaraan logistik dan angkutan barang di sejumlah SPBU yang berada di jalur Trans Sulawesi.
Peningkatan permintaan tersebut dalam beberapa hari terakhir menyebabkan antrean kendaraan pada jam-jam tertentu, terutama di SPBU yang menjadi titik persinggahan kendaraan logistik lintas daerah.
Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, mengatakan penyaluran Biosolar ke wilayah Maros telah ditingkatkan sekitar 14 persen dibandingkan rata-rata distribusi harian normal yang mencapai 212 kiloliter per hari.
“Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan kendaraan logistik dan angkutan barang yang melintas di jalur Trans Sulawesi,” ujar Yoga dalam keterangan tertulis, Senin (16/6).
Selain penambahan pasokan reguler, Pertamina juga melakukan extra dropping Biosolar sebanyak 48 kiloliter ke delapan SPBU di wilayah Maros. Menurut Yoga, kondisi stok Biosolar di SPBU masih tersedia dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat maupun sektor transportasi.
Untuk mengurai antrean, Pertamina menyiagakan petugas marshal di sejumlah SPBU yang mengalami peningkatan volume kendaraan. Langkah tersebut dilakukan agar proses pengisian BBM berjalan lebih tertib dan lancar.
Dalam upaya menjaga ketahanan pasokan, Pertamina juga akan melakukan penguatan stok di sejumlah SPBU prioritas selama lima hari ke depan, khususnya yang berada di jalur logistik dan lintas Sulawesi.
Selain itu, Pertamina berkoordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) guna memetakan titik pengisian BBM kendaraan logistik agar distribusi kendaraan ke SPBU dapat lebih merata.
Di sisi lain, pengawasan distribusi BBM subsidi turut diperkuat melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan terkait di Sulawesi Selatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran Biosolar subsidi tetap tepat sasaran dan mendukung kebutuhan sektor produktif.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, memastikan stok Biosolar subsidi di Sulawesi Selatan berada dalam kondisi aman.
“Pertamina terus melakukan monitoring terhadap kondisi stok, distribusi, dan pelayanan di SPBU agar kebutuhan energi masyarakat serta sektor logistik tetap terpenuhi,” kata Lilik.
Pertamina juga mengimbau masyarakat dan pengguna Biosolar subsidi untuk melakukan pembelian sesuai kebutuhan serta memanfaatkan BBM subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat yang menemukan kendala layanan, antrean tidak wajar, maupun dugaan pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi dapat melaporkannya melalui Pertamina Contact Center 135 yang beroperasi selama 24 jam.
