SMARTMAKASSAR.COM, MAKASSAR — Upaya menekan angka anak putus sekolah di Kota Makassar kini semakin diperkuat dengan langkah nyata dari pemerintah kota.
Komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif dan merata diwujudkan melalui pembentukan Relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS).
Program ini dirancang sebagai gerakan sosial yang langsung menyentuh masyarakat, dengan tujuan mengembalikan anak-anak yang terputus dari pendidikan ke bangku sekolah.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pembentukan Tim ATS bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan strategi konkret untuk menyelesaikan persoalan pendidikan dari akar.
“Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, kami ingin memastikan tidak ada lagi anak di Makassar yang kehilangan haknya untuk belajar dan meraih masa depan,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Pengukuhan relawan Tim ATS digelar di Lapangan Karebosi pada Sabtu (2/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Munafri mengakui bahwa angka putus sekolah di Makassar masih cukup tinggi. Karena itu, kehadiran tim ini diharapkan mampu menjangkau langsung anak-anak yang tidak bersekolah serta mengembalikan mereka ke sistem pendidikan secara bertahap.
“Masih banyak anak yang terpaksa berhenti sekolah karena berbagai faktor. Ini yang harus kita tangani bersama agar mereka bisa kembali belajar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan formal merupakan hak dasar setiap anak, sehingga pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjamin akses tersebut tetap terbuka.
Tim ATS nantinya akan bekerja aktif di lapangan, mulai dari pendataan, identifikasi penyebab putus sekolah, hingga pendampingan proses kembali ke sekolah. Pemerintah juga akan melakukan evaluasi berbasis data untuk menentukan target capaian program.
“Kami akan menyesuaikan target dengan kemampuan tim di lapangan, sekaligus memastikan program ini berjalan efektif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menjelaskan bahwa pembentukan Tim ATS merupakan bagian dari rangkaian program strategis dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.
Menurutnya, momentum Hardiknas dimanfaatkan untuk meluncurkan berbagai inovasi pendidikan, termasuk sistem penerimaan murid baru berbasis digital yang terintegrasi dengan platform On The Class.
“Inovasi ini kami hadirkan agar proses penerimaan siswa lebih transparan, adil, dan merata,” ujarnya.
Achi menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung program ATS. Dengan melibatkan komunitas dan lembaga, diharapkan anak-anak yang putus sekolah dapat kembali melanjutkan pendidikan mereka.
Selain itu, Pemerintah Kota Makassar juga memberikan penghargaan kepada sekolah, siswa, guru berprestasi, serta mitra pendidikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam pengembangan sektor pendidikan.
Tak hanya itu, bantuan beasiswa bagi guru dan tenaga kependidikan turut disalurkan sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kami ingin memastikan para pendidik terus berkembang sehingga mampu menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh program pendidikan yang dijalankan dilandasi semangat kolaborasi, mengingat pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
“Harapannya, langkah ini menjadi bagian nyata dalam menciptakan generasi unggul di Kota Makassar,” tutupnya.
